Moskow, Purna Warta – Rusia menegaskan bahwa Perjanjian Kemitraan Strategis dan Kerja Sama dengan Venezuela tetap menjadi fondasi utama hubungan bilateral kedua negara, seraya menegaskan dukungan kepada Caracas di tengah serangan terbaru Amerika Serikat dan penguatan embargo minyak.
Dubes Rusia: Perjanjian strategis tetap jadi kerangka utama
Duta Besar Rusia untuk Venezuela, Sergey Melik-Bagdasarov, menekankan bahwa perjanjian antar-pemerintah yang telah berlaku tersebut menjadi pedoman utama penguatan kerja sama lintas sektor.
“Perjanjian antar-pemerintah tentang kemitraan strategis dan kerja sama yang telah berlaku adalah satu-satunya prinsip panduan bagi penguatan hubungan kami secara menyeluruh,” ujar Melik-Bagdasarov kepada RIA Novosti usai bertemu Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil.
Ia memastikan bahwa implementasi tujuan-tujuan utama yang disepakati dalam Sidang ke-19 Komisi Antar-Pemerintah Rusia–Venezuela akan terus dilanjutkan.
Moskow tegaskan dukungan pasca serangan AS
Yvan Gil pada Jumat menyatakan telah menerima jaminan solidaritas dari Moskow menyusul agresi terbaru Amerika Serikat terhadap Venezuela. Pernyataan dukungan Rusia ini melanjutkan komitmen yang sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam percakapan dengan Presiden Delcy Rodriguez.
Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi Perjanjian Kemitraan Strategis dan Kerja Sama pada Oktober 2025, setelah pertemuannya dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Moskow pada awal tahun yang sama. Perjanjian tersebut membuka jalan bagi peningkatan kerja sama di sektor energi, pertambangan, dan pertahanan.
Dokumen itu juga secara tegas menolak langkah-langkah koersif sepihak—termasuk sanksi dan embargo—yang dinilai melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.
Koordinasi hampir setiap hari
Menurut Melik-Bagdasarov, Rusia dan Venezuela menjaga komunikasi hampir setiap hari, dengan interaksi rutin bersama para pejabat tinggi, termasuk Presiden Delcy Rodriguez dan Menlu Yvan Gil.
“Kami berkomunikasi hampir setiap hari untuk menyelesaikan isu-isu terkini secara berkala,” kata sang duta besar, seraya menambahkan bahwa komunikasi dengan kepemimpinan Venezuela berlangsung berkelanjutan dan konstruktif.
Ia menggambarkan dialog bilateral sebagai hubungan yang secara tradisional bersahabat dan kooperatif, serta menegaskan bahwa komunikasi dengan Rodriguez tidak pernah terputus.
Rusia kecam embargo minyak AS
Dalam pernyataan terpisah, Melik-Bagdasarov mengecam embargo minyak AS terhadap Venezuela, memperingatkan bahwa kebijakan tersebut mengancam kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan jutaan warga Venezuela.
“Ini bukan semata soal minyak. Minyak adalah urat nadi perekonomian Venezuela. Mengurasnya berarti mempertaruhkan nyawa dan kesehatan jutaan warga,” ujarnya, seraya menyebut pelanggaran hukum oleh AS sebagai tindakan yang “tidak bisa tidak harus dikecam.”
Ia menyerukan komunitas internasional untuk mengecam sanksi sepihak dan membela kedaulatan serta hak-hak ekonomi negara-negara merdeka.


