Washington, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menghindari menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan operasi militer AS untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz dari Iran.
Ia menyatakan bahwa terbukanya Selat Hormuz bergantung pada keputusan Iran untuk membukanya atau menutupnya, seraya menambahkan bahwa selat tersebut akan terbuka setiap kali Iran menghentikan ancaman terhadap pelayaran internasional.
Kerugian Besar dalam Operasi Baru Hizbullah terhadap Target Israel
Kelompok Hizbullah Lebanon merilis sejumlah pernyataan yang mengungkap detail baru mengenai serangkaian operasi militer yang disebut sebagai serangan presisi dan intens terhadap kekuatan udara dan unit lapis baja militer Israel.
Menurut laporan yang dikutip dari jaringan Al Mayadeen, Hizbullah mengumumkan telah melakukan beberapa operasi terhadap target Israel di berbagai front.
Dalam salah satu operasi pada Jumat sore, anggota Hizbullah menargetkan sebuah pesawat tempur militer Israel dengan rudal darat-ke-udara ketika pesawat tersebut dilaporkan melanggar wilayah udara Beirut, sehingga memaksanya meninggalkan kawasan tersebut.
Dalam operasi lain, unit drone perlawanan Lebanon menargetkan pangkalan Miron, yang disebut sebagai pusat utama pemantauan, pengintaian, dan pengendalian operasi udara militer Israel di utara Palestina yang diduduki. Drone-drone tersebut dilaporkan berhasil mengenai target dengan presisi.
Sementara itu, permukiman Al-Bayada menjadi lokasi beberapa operasi terhadap kendaraan lapis baja militer Israel. Dalam serangan tersebut, dua tank Merkava menjadi sasaran drone bunuh diri, dan beberapa jam kemudian tank Merkava lainnya dihantam rudal berpemandu, yang menyebabkan kendaraan tersebut terbakar dan hancur total.
Pejuang Hizbullah juga menargetkan kerumunan pasukan Israel di kawasan yang sama menggunakan drone bunuh diri, yang menurut pernyataan kelompok tersebut menyebabkan korban di pihak militer Israel.
Kanselir Jerman Meragukan Keberhasilan Operasi AS dan Israel
Di sisi lain, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan keraguannya terhadap kemungkinan keberhasilan operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurut laporan Reuters, Merz menyampaikan bahwa ia tidak yakin Washington dan Tel Aviv memiliki strategi yang jelas untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Jerman siap berpartisipasi dalam misi internasional untuk menstabilkan situasi setelah konflik berakhir.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh sebuah surat kabar Jerman, Merz mengatakan:
“Saya tidak percaya bahwa peristiwa yang sedang berlangsung dan operasi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel benar-benar akan menghasilkan keberhasilan.”
Ia menambahkan bahwa dirinya berharap setiap hari agar perang terhadap Iran segera berakhir, tetapi menurutnya Amerika Serikat dan Israel justru semakin terlibat lebih dalam dalam konflik tersebut dari hari ke hari.
Merz juga menekankan bahwa konflik yang sedang berlangsung memiliki karakter yang berbeda dibandingkan perang konvensional, dan bahwa upaya negara-negara Eropa untuk memengaruhi kebijakan Israel memang ada, meskipun dalam tingkat yang terbatas.


