Washington, Purna Warta – Menurut email hasil peretasan yang dipublikasikan kelompok peretas bernama Hanzala, Larry Ellison – pendiri Oracle – pada 2015 pernah menilai kesetiaan Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat saat ini, terhadap rezim Israel.
Baca juga: Genosida AS–Israel di Gaza: Jumlah Korban Tewas Naik Jadi 66.225 Jiwa
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Ellison berdiskusi dengan pejabat Israel mengenai dukungan terhadap Rubio sebagai kandidat potensial presiden AS.
Siapa Larry Ellison?
Larry Ellison adalah salah satu orang terkaya di dunia dan CEO Oracle, salah satu raksasa teknologi Amerika. Ia dikenal sebagai pendukung kuat Israel. Baru-baru ini, Miliarder ini juga mengakuisisi sebagian kepemilikan TikTok di AS dan berencana melakukan perubahan pada platform populer itu agar kontennya lebih menguntungkan Israel.
Marco Rubio dan Hubungan dengan Israel
Marco Rubio, yang kini menjabat Menlu AS, sebelumnya adalah senator yang mendukung larangan TikTok di Amerika. Email yang bocor mengungkap bahwa pada 2015 Ellison membicarakan Rubio dengan pejabat Israel dan memastikan komitmennya mendukung rezim tersebut. Ellison bahkan mengadakan acara penggalangan dana dan menyumbang 5 juta dolar AS untuk kelompok politik pendukung Rubio.
Rencana Akuisisi Media
Ellison bersama putranya, David Ellison, tengah memperluas pengaruh di media AS dengan mengincar kepemilikan atas jaringan berita besar seperti CBS, CNN, studio film Warner Bros, serta perusahaan Paramount.
Tujuan miliarder ini adalah mengendalikan konten media dan memengaruhi opini publik Amerika, khususnya terkait isu Israel. Mereka juga bekerja sama dengan Bari Weiss, editor majalah Free Press, untuk mengarahkan agenda media tersebut.
TikTok dan Pernyataan Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu dalam pertemuan tertutup di Konsulat Israel, New York, menyebut media sosial – terutama TikTok – sebagai “senjata terpenting” untuk mempertahankan dukungan Amerika bagi Israel.
Netanyahu menilai akuisisi TikTok oleh konsorsium investor AS, termasuk Ellison, Michael Dell (pendiri Dell), dan Rupert Murdoch (pemilik media internasional), sebagai langkah strategis. Menurutnya, penguasaan TikTok dan platform X (Twitter) akan memperkuat pengaruh Israel secara global.
Baca juga: Belgia Panggil Duta Besar Israel Terkait Serangan terhadap Flotilla Sumud yang Menuju Gaza
Situasi ini terjadi di tengah kecaman internasional terhadap Israel atas genosida di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023. Laporan menyebut lebih dari 66.000 warga Palestina – sebagian besar perempuan dan anak-anak – telah gugur dalam agresi tersebut. Banyak pihak khawatir Ellison akan memanfaatkan TikTok untuk menyebarkan propaganda pro-Israel yang dapat membentuk narasi publik mengenai perang di Gaza.
Proyek “New Gaza”
Laporan juga menyebut Ellison memiliki hubungan erat dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, bahkan menyumbangkan lebih dari 350 juta dolar AS ke lembaga Blair. Institusi itu terlibat dalam proyek kontroversial bernama “New Gaza”, yang diperkenalkan mantan Presiden AS Donald Trump sebagai zona perdagangan bebas dengan pengawasan “dewan perdamaian”. Proyek ini dikritik banyak pihak sebagai agenda pengawasan berbasis teknologi tinggi.
Dengan semakin besarnya pengaruh Ellison di sektor media dan TikTok, kekhawatiran publik meningkat bahwa perubahan ini akan sangat memengaruhi pembentukan opini masyarakat AS tentang Israel. Netanyahu menekankan bahwa penguasaan media sosial akan menjadi kunci untuk menjaga dukungan AS bagi Israel, terutama ketika negara itu semakin terisolasi akibat perang Gaza.


