Lloyd Austin: Berbeda Dengan Klaim Donald Trump, Iran tidak Mendekati Pembuatan Senjata Nuklir

Luid

Washington, Purna Warta – Menurut laporan ABC News, Austin dalam menanggapi pertanyaan pembawa acara mengenai apakah Iran telah mendekati kemampuan membuat senjata nuklir, mengatakan: “Berdasarkan apa yang saya ketahui dan informasi yang saya miliki, terutama terkait peristiwa yang terjadi pada bulan Juni, Iran—berlawanan dengan apa yang disampaikan oleh presiden—sama sekali tidak mendekati pembuatan senjata nuklir. Saya pikir banyak orang tidak mempercayai pernyataan presiden tersebut dan merasa terkejut.”

Ia juga menambahkan: “Saya sama sekali tidak percaya bahwa kita menyaksikan perubahan militer, melainkan perubahan kepemimpinan. Mereka tetap stabil, masih mengendalikan Selat Hormuz, dan kapan pun mereka mau dapat melanjutkan program nuklir mereka, serta tetap mempertahankan kemampuan rudal balistik.”

Austin, yang merupakan jenderal bintang empat purnawirawan dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Joe Biden, sebelumnya juga berulang kali memperingatkan tentang konsekuensi dari perang jangka panjang dengan Iran.

Ia juga menulis artikel di The New York Times pekan lalu, di mana ia menganalisis potensi konflik dengan Iran dan memperingatkan bahwa tidak akan ada kemenangan militer yang cepat karena Iran merupakan lawan yang tangguh.

Pernyataan Austin muncul di tengah perdebatan panjang mengenai program nuklir Iran. Lembaga internasional seperti IAEA secara berkala memantau aktivitas nuklir Iran. Dalam berbagai laporan sebelumnya, IAEA menyatakan bahwa meskipun Iran telah meningkatkan tingkat pengayaan uranium, belum ada bukti pasti bahwa negara tersebut memutuskan untuk memproduksi senjata nuklir.

Di sisi lain, pemerintah AS di bawah Trump sebelumnya mengambil kebijakan keras terhadap Iran, termasuk keluar dari perjanjian nuklir JCPOA dan menerapkan sanksi ekonomi besar-besaran. Langkah ini meningkatkan ketegangan di kawasan dan memicu kekhawatiran akan konflik militer.

Sejumlah analis keamanan internasional juga berpendapat bahwa terdapat perbedaan antara “kemampuan teknis” dan “keputusan politik” dalam pembuatan senjata nuklir. Iran dinilai memiliki kapasitas teknologi tertentu, tetapi belum tentu memiliki niat atau keputusan strategis untuk benar-benar memproduksi senjata tersebut.

Selain itu, isu Selat Hormuz—yang disebut Austin—merupakan jalur vital perdagangan energi global. Kontrol Iran atas wilayah tersebut sering menjadi faktor penting dalam dinamika geopolitik kawasan, terutama dalam konteks konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Pernyataan Austin juga memperkuat pandangan sebagian kalangan di Washington bahwa pendekatan militer terhadap Iran berisiko tinggi dan tidak menjamin hasil cepat. Hal ini sejalan dengan kekhawatiran luas bahwa konflik terbuka dapat mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah dan berdampak pada ekonomi global, khususnya harga energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *