Washington, Purna Warta – Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menghadapi ancaman dakwaan penghinaan terhadap Kongres setelah menolak hadir dalam pemeriksaan tertutup terkait penyelidikan kasus Jeffrey Epstein, kata Ketua Komite Pengawas DPR AS James Comer (Republik–Kentucky), Selasa.
Comer mengatakan komite akan bergerak pekan depan untuk mengajukan langkah hukum tersebut. “Ini sangat mengecewakan,” ujarnya kepada wartawan. “Kami akan melangkah di Komite Pengawas DPR untuk menahan mantan Presiden Clinton atas penghinaan terhadap Kongres.”
Pemanggilan Clinton merupakan bagian dari keputusan komite pada Juli lalu untuk mengeluarkan subpoena terhadap 10 orang, termasuk Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, dalam rangka menelaah kejahatan Epstein dan peran mantan pasangannya, Ghislaine Maxwell. Hillary Clinton dijadwalkan memberikan kesaksian pada Rabu, namun juga telah menyatakan tidak berencana hadir.
Clintons: Subpoena Tidak Sah
Dalam surat kepada Comer, pihak Clinton menyebut subpoena tersebut “tidak sah secara hukum”, dengan merujuk pada analisis dua firma hukum yang telah diserahkan kepada komite. Mereka menegaskan telah memberikan pernyataan bersumpah, sebagaimana diterima dari pihak lain yang akhirnya dibebaskan dari kewajiban hadir.
“Kami yakin siapa pun yang masuk akal akan melihat bahwa tindakan ini bertujuan menghukum pihak yang Anda anggap musuh dan melindungi yang Anda anggap kawan,” tulis mereka, seraya menyebut langkah komite sarat politik partisan.
Tidak Ada Tuduhan Pidana terhadap Clinton
Baik Bill Clinton maupun Hillary Clinton tidak dituduh melakukan pelanggaran pidana terkait Epstein. Juru bicara Bill Clinton mengakui bahwa Clinton pernah bertemu Epstein beberapa kali dan melakukan empat penerbangan dengan pesawat pribadi Epstein, namun menegaskan Clinton tidak mengetahui aktivitas kriminal Epstein.
Sejumlah foto terkait Clinton dan Epstein telah dirilis oleh Kongres dan Departemen Kehakiman, memicu sorotan publik, tetapi tanpa dakwaan formal.
Konsekuensi Hukum dan Langkah Selanjutnya
Penghinaan terhadap Kongres merupakan pelanggaran federal yang dapat berujung hukuman hingga satu tahun penjara. Meski jarang, penegakannya meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dalam penyelidikan pasca-serangan Capitol 6 Januari, dua mantan pejabat pemerintahan Trump dipidana karena mengabaikan subpoena Kongres.
Jika Komite Pengawas melanjutkan temuan penghinaan, DPR AS secara penuh akan melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah perkara dirujuk ke Departemen Kehakiman.
Menurut staf komite, subpoena untuk kedua Clinton diterbitkan pada Agustus. Tanggal pemeriksaan sempat dijadwalkan ulang dari Oktober ke Desember, namun dibatalkan karena keduanya menghadiri pemakaman. Tidak ada tanggal alternatif Januari yang diajukan. Sementara itu, juru bicara Demokrat di komite, Sara Guerrero, mendorong negosiasi lanjutan agar komite tetap memperoleh informasi yang relevan.


