Purna Warta – Alvaro Arbeloa kini memimpin Real Madrid sebagai pelatih utama setelah klub berpisah dengan Xabi Alonso. Keputusan itu muncul setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, yang mengejutkan banyak pihak.
Situasi internal Madrid saat Alonso menangani tim memang sempat tegang, karena beberapa pemain tidak senang dengan pendekatan disiplin pelatih asal Spanyol itu. Arbeloa datang dengan pendekatan lebih diplomatis dan berhasil menenangkan ruang ganti tim.
Meski demikian, catatan kemenangan Arbeloa di Real Madrid justru menunjukkan hasil yang mengecewakan. Angka-angka membandingkan periode kepemimpinannya dengan Alonso memperlihatkan kinerja yang lebih buruk.
Hingga saat ini, Los Blancos di bawah Arbeloa tersingkir dari Copa del Rey, tertinggal di babak playoff Liga Champions, dan masih berada di belakang Barcelona di La Liga. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kepelatihan Arbeloa dibanding Alonso.
Di bawah Xabi Alonso, Real Madrid tampil cukup stabil dengan catatan 20 kemenangan, 3 imbang, dan 5 kalah dari 28 pertandingan. Persentase kekalahan tim saat itu hanya 17,86%, menunjukkan dominasi yang relatif aman di semua kompetisi.
Sementara itu, kepemimpinan Arbeloa baru menghasilkan 8 kemenangan dan 4 kekalahan dari 12 pertandingan. Persentase kekalahan meningkat menjadi 33%, menunjukkan penurunan performa yang signifikan dibanding periode Alonso.
Selain angka, tim juga sempat kalah dua kali beruntun di La Liga dari Osasuna dan Getafe, situasi yang terakhir terjadi pada 2019. Tren negatif ini menimbulkan kekhawatiran bagi penggemar dan media terkait arah tim ke depan.


