Purna Warta –
Real Madrid akan bertandang ke Estadio da Luz untuk menghadapi Benfica pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025-2026. Laga ini dijadwalkan berlangsung Rabu, 18 Februari 2026, pukul 03.00 WIB.
Pertemuan tersebut membawa cerita lebih dari sekadar duel dua tim besar Eropa. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memulai pendekatan psikologis dengan menggambarkan kondisi Real Madrid sebagai raja yang sedang terluka.
Kekalahan 2-4 Real Madrid dari Benfica pada fase liga sebelumnya masih membekas di benak kedua kubu. Akan tetapi, Mourinho memahami bahwa mantan klubnya itu jarang membiarkan kekalahan berlalu tanpa respons keras di kompetisi Eropa.
Mourinho menilai laga melawan Real Madrid sebagai tantangan paling berat bagi Benfica pada musim ini. Ia menegaskan bahwa hasil leg pertama tidak akan pernah menjadi penentu akhir dalam duel dua pertandingan.
Pengalaman panjang di Liga Champions membuatnya terbiasa menghadapi tekanan besar. Namun, ia ingin anak asuhnya tampil dengan keyakinan tanpa terbebani status lawan sebagai raja Eropa.
Raja yang terluka menggambarkan kondisi Real Madrid menjelang lawatan ke Portugal.
Benfica sadar kemenangan masa lalu tidak menjamin hasil serupa akan terulang. Akan tetapi, kepercayaan diri tetap dijaga dengan pendekatan rasional dan ambisi yang terukur.
Pertandingan di Lisbon diperkirakan berlangsung ketat sejak menit pertama. Namun, pesan Mourinho menunjukkan bahwa Real Madrid akan datang dengan motivasi balas dendam yang kuat.
Duel ini tidak hanya menguji kualitas taktik di lapangan, tetapi juga ketahanan mental kedua tim. Benfica dan Real Madrid akan membuktikan siapa yang paling siap menghadapi tekanan besar Liga Champions.
Sumber: Madrid Universal


