Petugas Pemadam Kebakaran Perintahkan Evakuasi Saat Gelombang Panas Melanda Australia Tenggara

Canberra, Purna Warta – Petugas pemadam kebakaran memerintahkan warga untuk mengungsi dari kebakaran hutan yang tak terkendali di Australia tenggara saat gelombang panas hebat melanda sebagian besar wilayah negara itu.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan evakuasi darurat segera untuk ratusan orang di empat kota kecil yang berisiko terkena kebakaran di wilayah Otways, barat daya Melbourne, lapor AFP.

Warga di tiga daerah pedesaan terdekat lainnya juga didesak untuk mengungsi.

“Karena cuaca ekstrem hari ini, kebakaran diperkirakan akan meluas dengan cepat dan mengancam masyarakat,” demikian bunyi peringatan tersebut.

Larangan total pembakaran diberlakukan di negara bagian Victoria, tempat enam kebakaran hutan besar terjadi.

Suhu mencapai rekor tertinggi di negara bagian timur, menurut data awal.

Suhu di kota Walpeup dan Hopetoun, barat laut Victoria, mencapai puncaknya pada 48,9°C.

Suhu ini sedikit melampaui rekor negara bagian sebelumnya yaitu 48,8°C, meskipun para pejabat mengatakan bahwa hal itu perlu diverifikasi lebih lanjut untuk menjadi resmi.

“Kondisi semakin memanas di seluruh negara bagian, dan kita melihat suhu 40 derajat Celcius mulai terjadi,” kata kepala petugas Otoritas Pemadam Kebakaran Pedesaan, Jason Heffernan.

“Petugas pemadam kebakaran di lapangan sekarang akan mulai benar-benar merasakan betapa panasnya cuaca, dan mereka akan mulai benar-benar merasakan peningkatan kecepatan angin,” katanya kepada penyiar publik ABC.

Gelombang panas memaksa Australian Open untuk menutup atap di atas lapangan utama untuk melindungi pemain dan penggemar.

Suhu di Melbourne diperkirakan mencapai 45°C.

Udara panas telah menyelimuti sebagian besar wilayah Victoria, Australia Selatan, dan New South Wales.

“Panas berkepanjangan dapat memengaruhi siapa saja, dan jika suhu tinggi berlanjut selama beberapa hari, hal itu dapat memengaruhi kesehatan Anda,” kata kepala petugas kesehatan Victoria, Caroline McElnay.

Lansia, anak-anak, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya paling berisiko, ia memperingatkan.

“Hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berpotensi fatal seperti kelelahan akibat panas dan serangan panas, tetapi juga dapat memicu kejadian seperti serangan jantung atau stroke,” kata McElnay kepada wartawan.

Ia mendesak masyarakat untuk tetap sejuk dan terhidrasi, serta mewaspadai gejala mulai dari pusing hingga kram.

Gejala lainnya termasuk denyut nadi cepat, suhu tubuh tinggi, dan akhirnya kehilangan kesadaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *