Canberra, Purna Warta – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dengan tegas menolak klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut bahwa pengakuan Australia terhadap negara Palestina telah memicu “tindakan antisemit yang disertai kekerasan.”
Dalam sebuah wawancara pada Senin, Albanese membantah adanya keterkaitan antara pengakuan tersebut dengan serangan mematikan di Bondi Beach, Sydney, yang menargetkan sebuah acara Yahudi dan menewaskan sedikitnya 15 orang serta melukai puluhan lainnya.
“Dan pada kenyataannya, sebagian besar dunia mengakui kenegaraan Palestina sebagai jalan ke depan di Timur Tengah,” kata Albanese, seraya menegaskan adanya konsensus internasional yang melatarbelakangi keputusan Australia.
Netanyahu dengan cepat mempolitisasi serangan Bondi Beach dengan menyinggung dukungan pemerintah Australia terhadap pengakuan negara Palestina.
Perdana Menteri Israel itu mengungkapkan bahwa ia telah mengirim surat kepada Albanese pada Agustus lalu untuk “memperingatkan” Australia agar tidak mengambil keputusan mengakui negara Palestina.
Netanyahu mengkritik pendekatan Albanese dengan menyatakan bahwa kebijakan tersebut “menggantikan kelemahan dengan kelemahan dan mengganti sikap mengalah dengan sikap mengalah yang lebih jauh.”
Menanggapi kritik tersebut, Albanese menegaskan bahwa prioritasnya adalah persatuan nasional dan bahwa perannya “pada saat ini adalah menyatukan bangsa dan mendorong persatuan.” Ia menambahkan bahwa para teroris berupaya “memecah belah kita sebagai sebuah bangsa, mengadu domba sesama warga Australia.”
Pihak berwenang melaporkan bahwa dua orang bersenjata melepaskan tembakan di acara tersebut pada Minggu. Polisi menembak mati satu tersangka, sementara tersangka kedua ditangkap dan masih dalam kondisi kritis.
Badan intelijen domestik Australia, ASIO, sebelumnya telah memeriksa salah satu pelaku penembakan Bondi Beach tersebut enam tahun lalu karena kedekatannya dengan sebuah sel terorisme ISIS (Daesh) yang berbasis di Sydney, demikian dilaporkan ABC.
Para penyelidik dari Joint Counter Terrorism Team (JCTT)—yang melibatkan lembaga negara bagian dan federal—tengah menyelidiki kemungkinan bahwa para pelaku telah menyatakan baiat kepada Daesh.
Penyelidikan masih berlangsung seiring upaya aparat untuk mengungkap motif di balik serangan tersebut.
Para penyelidik juga menemukan apa yang diduga sebagai beberapa alat peledak rakitan di sebuah kendaraan di dekat lokasi yang terkait dengan tersangka yang tewas.
Albanese menyebut kejadian di Bondi sebagai “mengejutkan dan sangat memilukan,” seraya menegaskan, “Tidak ada tempat bagi kebencian, kekerasan, dan terorisme di negara kita.”
Sementara rezim Israel secara lantang berupaya menyalahkan Australia dengan dalih mengabaikan apa yang disebutnya sebagai “ancaman antisemit,” fokus banyak warga Australia justru tertuju pada kecaman terhadap genosida Israel terhadap rakyat Palestina.
Sejak Oktober 2023, gelombang demonstrasi telah melanda kota-kota besar di Australia, mengecam kampanye genosida rezim Israel di Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun, menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina, menghancurkan rumah-rumah, dan memporak-porandakan keluarga.
Laporan media lokal dan unggahan di media sosial menunjukkan bahwa sentimen publik semakin dipenuhi kemarahan atas krisis kemanusiaan di Gaza, dengan para pengunjuk rasa menuntut pemerintah Australia untuk mengecam genosida rezim Israel serta menghentikan penjualan senjata ke Tel Aviv.


