Pengungkapan Dokumen Epstein Tampaknya Tak Akan Merubah Apapun

Purna Warta – Dokumen yang sudah lama ditunggu-tunggu terkait dengan kejahatan-kejahatan Epstein akhirnya diungkap. Dokumen-dokumen tersebut diharapkan bisa memberikan keadilan bagi para wanita dibawa umur yang menjadi korban kejahatan Epstein dan para kliennya.

Baca juga: Mantan Menteri Prancis Dipanggil Akibat Relasi Dengan Epstein

Harapan tersebut tampaknya tidak akan terwujud, karena dokumen-dokumen tersebut akan berada di tangan publik ketika dirilis dan tak akan memiliki dampak besar.

Todd Blanceh, wakil Jaksa Agung Amerika mengatakan “aku pikir akan ada kehausan akan informasi yang aku tidak berpikir dokumen-dokumen ini akan bisa memuaskannya. . . . aku tidak bisa melakukan apapun tentang itu”

Beberapa jam usai perilisan lebih dari 3 juta halaman, 180.000 gambar dan 2.000 video terkait kejahatan Epstein, sebuah kelompok terdiri dari 18 orang korban Epstein mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa dokumen-dokumen tersebut tidak mengandung cukup bukti untuk menggugat para pelaku.

“Sekali lagi, para penyelamat mendapati nama-nama dan informasi mereka diekspos, sedangkan para pelaku yang melecehkan kita tetap tersembunyi dan dilindungi. Itu benar-benar kurang ajar” ujar kelompok tersebut tanpa menyebutkan dokumen yang mana. “Ini belum berakhir, kita tidak akan berhenti sampai kenyataan terungkap sepenuhnya dan semua pelaku diadili” tambah mereka.

Perilisan yang terus menerus ditunda sedangkan kejahatan Epstein terus menerus menjadi bahan pembahasan dimana-mana, baik di media sosial atau di forum-forum membuat publik memiliki harapan besar dari perilisan dokumen-dokumen Epstein. Publik berharap bahwa perilisan tersebut akan membuat para pelaku pelecehan itu berakhir di penjara akibat kejahatan-kejahatan mereka. Namun, hingga kini, dengan keberadaan dokumen-dokumen yang dirilis tidak ada dari para pelaku kejahatan yang diadili atas dasar dokumen tersebut.

Baca juga: Reuters: Trump Mengutamakan Diplomasi Dengan Iran Akan Tetapi Opsi Militer Tetap Ada

Kendati dokumen-dokumen tersebut kehilangan fungsi praktis dalam penegakkan keadilan, setidaknya publik kini bisa mengetahui rekan-rekan kaya dan berpengaruh Epstein, mulai dari Bil Gates, Pangeran Andrew saudara dari Raja Charles, Larry Summers, Bill Clinton dan sejumlah tokoh-tokoh terkenal lainnya.

Melinda Gates, istri dari Bill Gates dilaporkan merasa tidak senang dengan suaminya akibat hubungan Bill Gates dengan Epstein setidaknya sejak 2013 yang kemudian pada 2021 perceraian mereka diumumkan dan Melinda Gates menjadi wanita terkaya kedua di dunia dengan kekayaan sekitar 73 miliar dollar.

Pada akhirnya, para korban Epstein baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara kini kehilangan harapan dari dokumen-dokumen tersebut. Dokumen yang mereka harapkan bisa menjadi sarana menggiring para pelaku pelecehan mereka ke penjara justru tidak bisa berfungsi demikian. Mungkin saja dokumen-dokumen tersebut tidak dirilis secara lengkap atau mungkin sejak awal bukti kejahatan para pelaku sudah dilenyapkan. Apapun itu, para pelaku kini hanya bisa meratapi nasib mereka menjadi korban pelecehan seksual sejak usia yang cukup kecil dan tidak bisa mendapatkan keadilan di negara yang mengklaim sebagai negara kebebasan dan negara modern dimana segala mimpi bisa diraih dan segala teknologi dan ilmu pengetahuan bisa didapat.

 

Oleh: M. Rumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *