Dampak Ketegangan Politik terhadap Krisis Ekonomi Turki

Turki 1

Ankara, Purna Warta – Ekrem İmamoğlu, wali kota yang menjadi rival politik utama Erdogan, ditangkap dengan tuduhan korupsi finansial. Namun, Partai Rakyat Republik (CHP) membantahnya, menyatakan İmamoğlu difitnah hanya karena telah tiga kali mengalahkan kandidat Erdogan dalam pemilihan Istanbul.

Analis memperingatkan bahwa penangkapan ini tidak hanya berdampak politik dan keamanan, tetapi juga memperburuk krisis ekonomi yang sudah melanda puluhan juta rumah tangga Turki. Banyak investor asing, terutama perusahaan Eropa, mulai meninggalkan Istanbul, Ankara, Izmir, dan pusat ekonomi lainnya.

Surat kabar Cumhuriyet melaporkan bahwa penangkapan İmamoğlu telah menyebabkan kerugian ekonomi besar dalam waktu singkat, dengan kondisi hidup rakyat diprediksi semakin terpuruk.

Mengapa Erdogan Takut?

Murad Yetkin, analis politik Turki, menyatakan bahwa alasan utama penangkapan İmamoğlu adalah popularitasnya yang melonjak di tengah krisis ekonomi. Saat masyarakat dan elit Turki mulai mempertanyakan kebijakan Erdogan, perhatian beralih ke Özgür Özel, pemimpin CHP, yang mendukung penuh kandidatur İmamoğlu untuk pemilihan presiden.

Sementara itu, Erdogan hanya berani berbicara di ruang tertutup karena minimnya dukungan publik. Yetkin menambahkan, “Rakyat percaya İmamoğlu adalah solusi krisis, bukan Erdogan.”

Dampak Ekonomi Instan

  • Bursa Istanbul anjlok puluhan miliar lira dalam hitungan jam setelah penangkapan.
  • Program jangka menengah Menteri Keuangan Mehmet Şimşek (19-21 Maret) rusak parah.
  • Bank Sentral terpaksa menggelontorkan 23 miliar dolar untuk stabilisasi mata uang.
  • Harga pangan dan layanan melonjak, memperberat beban pekerja dan pensiunan.

Lira Terus Melemah

Erdogan sebelumnya berhasil mempertahankan dolar di kisaran 36 lira, meski dengan intervensi besar-besaran (termasuk memberikan bunga dolar untuk mencegah pelarian modal). Namun, setelah penangkapan İmamoğlu:

  • Dolar meroket ke 38 lira di pasar.
  • Biaya riil dolar bagi pemerintah mencapai 43 lira.

Analisis Ekonom: Krisis Makam Dalam

Fuat Özatay, ekonom Turki, memperingatkan:

  1. Permintaan valas melonjak, memaksa Bank Sentral menjual cadangan besar-besaran.
  2. Suku bunga pinjaman bank naik drastis.
  3. Premi risiko Turki melonjak dari 250 menjadi 328 basis poin, meningkatkan biaya utang luar negeri.

“Jika krisis bertambah dalam, inflasi dan pengangguran akan meroket. Ini bencana bagi ekonomi mana pun,” tegasnya.

Kerugian Lebih Besar daripada Kasus Brunson

Ketika Turki menahan pendeta AS Andrew Brunson pada 2018, Bank Sentral kehilangan 8 miliar dolar dalam 21 hari. Namun, kasus İmamoğlu telah menghabiskan 20 miliar dolar hanya dalam 3 hari.

Desakan Mundur ke Menteri Keuangan

Beredar kabar bahwa Mehmet Şimşek meminta pengunduran diri kepada Erdogan, dengan alasan “timnya tidak lagi mampu menarik investor atau menekan inflasi.”

Ali Babacan, mantan menteri ekonomi yang kini menjadi oposisi, mendesak Şimşek untuk terus memantau dampak krisis dan memberi peringatan keras kepada Erdogan.

Meski Şimşek membantah akan mundur, tekanan terhadap pemerintah terus menguat seiring memburuknya ekonomi.

Kesimpulan

Penangkapan İmamoğlu bukan hanya krisis politik, tetapi pemicu percepatan keruntuhan ekonomi Turki. Jika tidak segera diatasi, resesi dan hiperinflasi bisa menjadi kenyataan dalam minggu-minggu mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *