Damaskus, Purna Warta – Militer Israel mengklaim pasukannya menyerbu pangkalan militer milik mantan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah selatan awal minggu ini, menghancurkan dan menyita tank, pengangkut personel lapis baja, dan granat berpeluncur roket.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab Avichay Adraee mengemukakan klaim tersebut dalam sebuah unggahan yang dipublikasikan di platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada hari Sabtu.
“Pasukan penerjun payung, di bawah komando Divisi ke-210, melanjutkan operasi mereka di dalam wilayah Suriah dengan tujuan menghilangkan ancaman yang ditujukan kepada Israel, khususnya penduduk Dataran Tinggi Golan,” klaim Adraee dalam unggahannya.
Ia menambahkan, “Minggu ini, pasukan tersebut menyerbu sebuah lokasi milik bekas tentara Suriah,” tanpa menyebutkan hari pasti penyerangan tersebut.
Juru bicara Israel juga mengklaim bahwa pasukan tersebut menemukan sebuah pusat komando milik tentara Suriah yang kini sudah tidak ada lagi, lalu menghancurkan tank-tank, kendaraan lapis baja, dan artileri yang sudah dinonaktifkan di sana sambil menyita mortir dan roket.
Situasi keamanan di Suriah masih belum stabil setelah kelompok militan yang dipimpin Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) menggulingkan pemerintahan Assad pada 8 Desember 2024.
Sejak runtuhnya pemerintahan Assad, militer Israel telah melancarkan serangan udara terhadap instalasi, fasilitas, dan gudang senjata militer milik tentara Suriah yang kini sudah tidak ada lagi.
Israel telah dikecam secara luas karena mengakhiri perjanjian gencatan senjata tahun 1974 dengan Suriah dan karena mengeksploitasi kekacauan di negara Arab tersebut setelah jatuhnya Assad untuk melakukan perampasan tanah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengutuk serangan Israel yang terus berlanjut di dalam wilayah Suriah dan pelanggaran yang terus berlanjut di dalam dan sekitar zona penyangga yang dibuat sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata tahun 1974 dengan Damaskus.


