Manama, Purna Warta Hussein Barakat, salah satu tahanan politik revolusi Bahrain, dilaporkan telah meninggal dunia.

Setidaknya 220 tahanan politik telah terinfeksi COVID-19 di penjara Bahrain sejauh ini dan Hussein Barakat adalah salah satunya.

Hussein Barakat sempat koma karena kesehatannya yang memburuk; infeksi paru-paru yang parah dan kekurangan oksigen. Meskipun demikian, pejabat Kementerian Dalam Negeri dan Penjara tidak membebaskannya bahkan untuk sementara dan mereka menyembunyikan kabar ini dari keluarganya.

Baca Juga : Ringkasan Debat Capres Iran Putaran Ke-2

Warga Bahrain telah berdoa untuk kesehatannya sejak kemarin.

Rabu pagi (9/6), istrinya diberitahu tentang kematian suaminya melalui panggilan telepon dari rumah sakit.

Perlu disebutkan bahwa tahanan politik lain bernama Abbas Malullah baru-baru ini menjadi martir di penjara “Joe” Bahrain, karena kelalaian yang disengaja dan kurangnya perawatan kesehatan.

Bahrain telah memasuki zona merah wabah korona dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa jenis mutasi corona telah tercatat di Bahrain.

Peningkatan jumlah korban corona, prevalensinya di penjara dan perlakuan tidak manusiawi terhadap narapidana telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, aktivis hak asasi manusia dan organisasi internasional tentang situasi tahanan politik di Bahrain. Mereka menuntut pembebasan para tahanan segera dan tanpa syarat.

Baca Juga : Sana’a Ragukan Keseriusan AS Hentikan Dukungan Militer untuk Saudi

Ayatollah Sheikh Issa Qasim sebelumnya telah memperingatkan pemerintah Bahrain, untuk membebaskan anak-anak bangsa sebelum jenazah para narapidana dikeluarkan dari penjara dan untuk menghentikan bencana kemanusiaan di penjara ini, yang konsekuensinya akan berat.

Rakyat Bahrain turun ke jalan setiap hari selama beberapa bulan terakhir, memprotes pembebasan anak-anak mereka. Pemerintah Bahrain sejauh ini mengabaikan semua tuntutan domestik dan internasional yang telah diajukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 13 =