Senator AS Kecam Seruan Menteri Israel untuk Melakukan Pembunuhan Massal Setiap Malam di Gaza sebagai “Menjijikkan”

Slam Israel

Washington, Purna Warta – Seorang senator Amerika Serikat mengecam keras menteri sayap kanan rezim Zionis, Itamar Ben-Gvir, atas pernyataan terbarunya yang secara terbuka bernada genosidal dan menyerukan pembantaian sistematis terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Ia menyebut pernyataan tersebut sebagai tindakan yang penuh kekerasan, tidak manusiawi, menjijikkan, serta menjadi bagian yang memalukan dari pemerintahan Netanyahu.

Senator Demokrat Elissa Slotkin melalui X pada Kamis mengecam Ben-Gvir. Ia menyatakan, “Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, sekali lagi melontarkan pernyataan penuh kekerasan dan tidak manusiawi mengenai warga sipil tak berdosa di Gaza. Hal itu menjijikkan dan merupakan bagian yang memalukan dari pemerintahan Netanyahu.”

Ia menambahkan bahwa menteri ekstremis tersebut “seharusnya sudah lama disingkirkan dari jabatan pemerintahan apa pun dan dikutuk secara terbuka oleh siapa pun yang mengaku peduli terhadap warga sipil, baik Israel maupun Palestina, di kawasan tersebut.”

Pernyataan provokatif Ben-Gvir disampaikan dalam sebuah wawancara podcast, ketika ia menyerukan agar pasukan pendudukan Israel melakukan “pembunuhan terarah” dengan menewaskan 30 hingga 40 orang di Gaza setiap malam. Menurutnya, target tidak semata-mata mereka yang menimbulkan ancaman langsung, tetapi juga individu-individu yang ia klaim “tidak layak hidup”, “tidak seharusnya hidup”, dan “bahkan bukan manusia”.

Menteri sayap kanan tersebut, yang telah lama dikenal sebagai ekstremis Kahanis dan memiliki sejumlah vonis terkait rasisme serta dukungan terhadap organisasi teroris yang dilarang, juga menyerukan kolonisasi total Gaza, pengusiran paksa warga Palestina secara massal, serta pembunuhan satu per satu terhadap mereka yang ia labeli sebagai “teroris”. Ia menyatakan, “Saya melihat seluruh Gaza sebagai milik kami.”

Pernyataan-pernyataan tersebut, yang telah menuai kecaman luas secara internasional dari kelompok hak asasi manusia, pejabat, dan pengamat, kembali menyingkap ideologi rasis dan genosidal yang mendorong kampanye penghancuran yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina di Gaza oleh entitas Zionis.

Kata-kata Ben-Gvir menunjukkan puncak rasisme dan dehumanisasi, sekaligus mencerminkan wajah sebenarnya dari rezim pendudukan yang telah menyebabkan puluhan ribu warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur, sembari secara sistematis membuat wilayah tersebut kelaparan dan mengubahnya menjadi puing-puing.

Meskipun sejumlah suara di Washington, seperti Slotkin, sesekali menyampaikan kecaman verbal yang jarang terjadi, Amerika Serikat tetap memberikan bantuan militer senilai miliaran dolar serta dukungan politik kepada rezim Zionis, sehingga memungkinkan kejahatan-kejahatan yang secara terbuka diserukan dalam pernyataan tersebut. Kecaman yang selektif ini hanya memberikan sedikit dampak dalam menghentikan pembantaian sehari-hari atau menangani akar krisis, yaitu pendudukan yang telah berlangsung selama puluhan tahun serta proyek ekspansionis kolonial-pemukim yang dijalankan oleh rezim tersebut.

Para pejabat Iran dengan tepat mengecam pengakuan mengenai niat tersebut, dengan menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan itu harus disimpan sebagai bukti untuk menghadapi pertanggungjawaban dan persidangan terhadap para pelaku kejahatan tersebut pada waktunya. Pernyataan-pernyataan itu menegaskan kembali alasan mengapa Poros Perlawanan dan masyarakat bebas di seluruh dunia terus berdiri teguh bersama bangsa Palestina yang tertindas dalam menghadapi agresor Zionis dan para pendukungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *