Washington, Purna Warta – Seorang senator Demokrat dari negara bagian Georgia mengkritik kehadiran terus-menerus Donald Trump bersama seorang asisten perempuannya.
Jon Ossoff, senator Demokrat dari Georgia, dalam sebuah pidato kampanye di Atlanta melontarkan kritik keras terhadap Presiden AS Donald Trump dengan menyinggung Natalie Harp, asisten eksekutif sekaligus salah satu orang dekat Trump. Ossoff mengatakan bahwa Trump tidak memiliki ketertarikan untuk menjalankan tugas-tugas kepresidenannya.
Ossoff mengatakan bahwa ketika para pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln sedang bertugas dalam perang, Trump justru “tertidur dalam rapat, bermain golf, dan memperdagangkan saham”. Menurut Ossoff, alih-alih menjalankan tugas kepresidenan, Trump lebih sibuk membangun ballroom miliknya dan bepergian bersama Natalie Harp. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para hadirin.
Natalie Harp, asisten eksekutif Trump yang berusia sekitar 35 tahun, disebut sebagai salah satu orang terdekat Presiden dan hampir selalu hadir dalam berbagai perjalanan serta kegiatan Trump.
Konteks politik
Pernyataan Jon Ossoff tersebut merupakan bagian dari kampanye politiknya di Georgia, bukan pernyataan resmi mengenai kinerja pemerintahan Trump. Ossoff merupakan senator Demokrat yang sedang menghadapi pemilihan kembali pada 2026, sehingga kritik terhadap Trump sekaligus menjadi bagian dari upaya Demokrat menggalang dukungan pemilih.
Kehadiran Natalie Harp di sekitar Trump memang telah lama menarik perhatian media. Harp sebelumnya dikenal sebagai figur konservatif yang aktif di media dan kemudian bergabung dengan lingkungan Trump. Ia diketahui sering mendampingi Trump dalam perjalanan serta kegiatan resmi maupun politik. Karena kedekatan tersebut, media AS menggambarkannya sebagai salah satu staf yang memiliki akses sangat dekat dengan presiden.
Kritik Ossoff terutama menyoroti gaya kerja dan prioritas Trump, dengan tuduhan bahwa Trump lebih banyak menghabiskan waktunya untuk aktivitas pribadi dan politik dibandingkan menjalankan tanggung jawab pemerintahan. Tuduhan semacam ini bukan hal baru. Trump memang dikenal memiliki jadwal yang mencakup perjalanan politik, bermain golf, serta kegiatan bisnis dan pembangunan berbagai fasilitas di lingkungan Gedung Putih. Namun, apakah aktivitas tersebut menunjukkan pengabaian terhadap tugas kepresidenan merupakan penilaian politik, bukan fakta yang dapat disimpulkan hanya dari keberadaan aktivitas tersebut.
Penyebutan USS Abraham Lincoln dalam pidato Ossoff juga memiliki fungsi retoris. Kapal induk tersebut merupakan salah satu aset utama Angkatan Laut AS dan keterlibatannya dalam operasi militer memungkinkan Ossoff membandingkan pengorbanan personel militer dengan aktivitas Trump yang ia gambarkan sebagai bersifat pribadi. Dengan demikian, inti serangannya adalah membangun kontras antara personel militer yang sedang menjalankan tugas dalam konflik dan presiden yang menurutnya lebih berfokus pada kegiatan pribadi serta politik.


