Satu Tewas, Empat Terluka dalam Serangan Drone Israel di Lebanon Selatan

one kill

Beirut, Purna Warta – Pihak berwenang Lebanon menyatakan bahwa militer Israel telah menyerang provinsi Nabatieh di selatan Lebanon menggunakan drone, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai empat lainnya dalam pelanggaran terbaru yang mencolok terhadap perjanjian gencatan senjata yang rapuh.

Baca juga: Qalibaf: ‘Pembantaian Sistematis’ Israel terhadap Warga Palestina di Gaza Ingatkan pada Kejahatan Nazi

Pusat Operasi Darurat Kesehatan di Kementerian Kesehatan Lebanon menyampaikan dalam siaran pers bahwa sebuah drone Israel menargetkan sepeda motor di distrik Bint Jbeil pada Senin malam.

Seorang sumber keamanan Lebanon, yang berbicara dengan syarat anonim, mengidentifikasi korban sebagai Haitham Mohammad Idris, seorang anggota lokal dari gerakan perlawanan Hizbullah.

Sebelumnya pada hari yang sama, sebuah drone Israel menjatuhkan granat kejut di desa Ramieh, distrik Bint Jbeil, di mana tentara Israel melakukan ofensif besar-besaran menggunakan senapan mesin.

Setelah mengalami kerugian besar selama hampir 14 bulan konflik dan gagal mencapai tujuannya dalam serangan terhadap Lebanon, Israel akhirnya terpaksa menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah, yang mulai berlaku pada 27 November.

Namun sejak saat itu, pasukan Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon, termasuk serangan udara, yang merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.

Pada 27 Januari, Lebanon mengumumkan keputusannya untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Israel hingga 18 Februari.

Baca juga: Kelaparan yang Dijadikan Senjata oleh Israel: Mimpi Buruk Tak Berujung Gaza yang Dunia Enggan Lihat

Namun demikian, Israel masih mempertahankan pendudukannya atas lima wilayah strategis di Lebanon Selatan, yakni Labbouneh, Gunung Blat, Bukit Owayda, Aaziyyeh, dan Bukit Hammamis, yang seluruhnya terletak dekat perbatasan.

Pemerintah Lebanon telah mengecam keberadaan terus-menerus pasukan militer Israel sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dan jadwal penarikan yang telah disepakati. Pejabat tinggi di Beirut menyatakan komitmen mereka untuk mengambil “segala tindakan yang diperlukan” guna mengusir pasukan pendudukan dari wilayah negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *