Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam serangan udara Israel yang menewaskan Perdana Menteri Yaman Ahmed al-Rahawi dan beberapa menteri lainnya di Sana’a pada 28 Agustus.
Dalam sebuah pesan yang dirilis pada hari Minggu, Pezeshkian mengatakan bahwa aksi teroris yang dilakukan oleh rezim Israel terhadap Yaman, yang mengakibatkan gugurnya perdana menteri dan beberapa pejabat senior, sekali lagi mengungkap sifat jahat dan kriminal dari kelompok penguasa di Palestina yang diduduki.
Presiden Iran mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan pelanggaran hukum dan pelanggaran yang dilakukan oleh rezim Zionis, yang ia kecam sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian, hukum, etika, dan kemanusiaan.
Houthi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Al-Rahawi, yang menjabat sebagai perdana menteri di wilayah Yaman yang dikuasai kelompok tersebut, menjadi sasaran bersama dengan anggota pemerintahan pimpinan Houthi lainnya dalam sebuah lokakarya.
“Kami akan membalas dendam, dan kami akan menempa kemenangan dari kedalaman luka,” ujar Mahdi al-Mashat, seorang politisi dan perwira militer Yaman yang menjabat sebagai ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, dalam sebuah pesan video.
Rezim Israel telah berulang kali menargetkan posisi-posisi Houthi dalam beberapa bulan terakhir seiring kelompok Yaman tersebut melancarkan serangan terhadap wilayah-wilayah pendudukan dan kapal-kapal Barat di Laut Merah dan Teluk Aden, sebagai bentuk dukungan bagi warga Palestina di Gaza.


