Pemimpin: Perang 12 Hari Tunjukkan Keteguhan Fondasi Republik Islam

pemimpin

Tehran, Purna Warta – Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menyatakan bahwa perang 12 hari yang baru-baru ini terjadi telah mengungkap kekuatan dan keteguhan bangsa Iran, serta menunjukkan kepada dunia bahwa fondasi Republik Islam memiliki keteguhan yang tiada tanding.

Baca juga: Euro-Med: Penjatuhan Bantuan di Gaza Alat Israel untuk Rendahkan Martabat Rakyat Palestina

Ayatullah Khamenei menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa (29 Juli 2025) dalam sebuah upacara di Ḥusayniyyah Imam Khomeini di Tehran untuk memperingati 40 hari kesyahidan mereka yang gugur dalam perang tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh keluarga para syuhada, para pejabat pemerintahan, serta masyarakat dari berbagai lapisan.

Beliau mengatakan bahwa perang tersebut menjadi momen bagi Republik Islam untuk menunjukkan tekad dan kemampuannya, serta menegaskan bahwa akar dari permusuhan terhadap Iran terletak pada “iman, ilmu, dan persatuan” bangsa.

“Keangkuhan Global, yang dipimpin oleh Amerika, menentang agama kalian dan ilmu kalian,” ujar Ayatullah Khamenei.

“Peristiwa-peristiwa ini bukan hal baru bagi kita,” lanjut beliau. “Republik Islam, selain menghadapi perang delapan tahun yang dipaksakan, juga telah menghadapi berbagai insiden selama 46 tahun terakhir, termasuk kudeta serta berbagai konspirasi militer, politik, dan keamanan.”

Bangsa Iran, kata beliau, telah berhasil menggagalkan seluruh rencana tersebut.

Pernyataan Pemimpin ini datang menyusul agresi Israel pada 13 Juni yang menargetkan para pejabat tinggi Iran dan ilmuwan nuklir dalam sebuah aksi terorisme yang juga menewaskan banyak warga sipil. Beberapa hari kemudian, Amerika Serikat memperluas perang tersebut dengan membom tiga fasilitas nuklir sipil di Iran.

Sebagai respons yang kuat, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan terhadap target-target strategis Israel di wilayah pendudukan, serta menghantam pangkalan udara al-Udeid di Qatar, yang merupakan pos militer Amerika terbesar di Asia Barat.

Operasi terkoordinasi Iran ini memaksa agresi berhenti pada 24 Juni.

Baca juga: Lebih dari 10.000 Tentara Israel Terpengaruh Secara Mental karena Genosida Gaza Terus Berlanjut

Ayatullah Khamenei menolak klaim-klaim Barat terkait program nuklir dan isu hak asasi manusia di Iran sebagai dalih semata, seraya menegaskan bahwa kekhawatiran sejati musuh adalah kekuatan Republik Islam yang terus berkembang.

“Bangsa kita, dengan karunia Ilahi, tidak akan pernah meninggalkan agamanya ataupun ilmunya,” tegas beliau. “Kita akan melangkah maju dengan kuat dalam memperkuat iman dan memperdalam kemajuan ilmiah.”

“Dan meski musuh membenci hal itu, kita akan mampu mengangkat Iran ke puncak kemajuan dan kebanggaan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *