Militer Iran Tidak akan Biarkan Sejengkal pun Wilayah Iran Direbut

Teheran, Purna Warta – Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, telah menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara itu tidak akan pernah membiarkan sejengkal pun wilayah Iran direbut.

Baca juga: Iran Desak PBB Selidiki Peran Tentara Bayaran dalam Agresi Israel

Pada hari Jumat, Hatami mengunjungi Pangkalan Udara Shahid Lashkari di Teheran. Laksamana Muda Habibollah Sayyari, Wakil Kepala Koordinasi Angkatan Darat Iran, dan Brigadir Jenderal Hamid Vahedi, Panglima Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF), bersama-sama mengevaluasi kesiapan tempur pangkalan tersebut.

“Selama delapan tahun Pertahanan Suci, kami telah menunjukkan bahwa kami tidak akan pernah membiarkan sejengkal pun wilayah Iran dipisahkan,” ujar Hatami, merujuk pada Perang Iran-Irak tahun 1980-an.

Ia menegaskan kembali tugas Angkatan Darat untuk menjaga kedaulatan negara, dengan menyatakan bahwa angkatan bersenjata berkomitmen untuk melindungi negara Islam, serta menjaga integritas dan kemerdekaan wilayah Iran.

Hatami menekankan bahwa Angkatan Darat Iran akan terus menjalankan misinya dengan kekuatan dan tekad penuh.

Kunjungan tersebut dilakukan ketika rezim Israel melancarkan gelombang serangan terhadap infrastruktur militer dan sipil Iran pada 13 Juni yang merenggut ratusan nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta belasan petinggi militer.

Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran melancarkan kampanye balasan yang dahsyat, Operasi True Promise III, terhadap rezim Israel dengan menargetkan fasilitas-fasilitas penting militer, intelijen, industri, energi, dan R&D di seluruh wilayah pendudukan.

Amerika Serikat, yang telah berunding dengan Teheran mengenai program nuklir damainya sejak April, bergabung dalam perang pada 22 Juni dengan menargetkan beberapa lokasi nuklir utama. Iran menyerang pangkalan militer utama AS di Qatar sebagai balasan.

Baca juga: Palang Merah: Kecewa dengan Luasnya Serangan Israel di Penjara Evin, Iran

Foto-foto satelit bertentangan dengan Trump, menunjukkan kerusakan parah di pangkalan udara AS

Citra satelit baru telah mengungkapkan kerusakan signifikan pada pangkalan udara Al Udeid AS di Qatar setelah serangan berani Iran bulan lalu.

Citra satelit terbaru mengungkapkan kerusakan signifikan di pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar, membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pangkalan militer AS terbesar di kawasan Asia Barat tersebut tidak mengalami kerusakan.

Citra satelit menunjukkan bahwa sebuah kubah geodesik—yang dikenal sebagai Radome—yang menyimpan peralatan komunikasi keamanan utama yang digunakan oleh pasukan Amerika, berada di pangkalan tersebut hanya beberapa jam sebelum serangan Iran, tetapi tidak lagi terlihat dalam citra-citra berikutnya.

Rezim Israel terpaksa pada 24 Juni untuk mengumumkan penghentian agresinya secara sepihak, yang diumumkan atas nama mereka oleh presiden AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *