Larijani: AS Halangi Jalur Negosiasi dengan Ajukan Tuntutan yang Tidak Dapat Direalisasikan

Teheran, Purna Warta – Pejabat tinggi keamanan Iran mengatakan Amerika Serikat menghalangi potensi perundingan dengan mengajukan tuntutan yang “tidak dapat direalisasikan”, termasuk pembatasan program rudal Iran.

Baca juga: Pasokan Uang Iran Naik 8,8% pada Kuartal Pertama Tahun Kalender, Menurut Data CBI

Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Teheran tetap terbuka untuk berdialog dengan Washington, tetapi pendekatan AS melemahkan kemungkinan negosiasi yang bermakna.

“Jalan menuju negosiasi dengan AS belum tertutup; namun, justru orang Amerika yang hanya berbasa-basi tentang perundingan dan tidak mau berunding; dan mereka secara keliru menyalahkan Iran atas hal itu,” tulis Larijani. “Kami memang mengupayakan negosiasi yang rasional. Dengan mengangkat isu-isu yang tidak dapat direalisasikan seperti pembatasan rudal, mereka menciptakan jalan yang meniadakan perundingan apa pun.”

Iran mengadakan lima putaran perundingan mengenai pengganti kesepakatan nuklir 2015 sebelum serangan udara AS-Israel terhadap negara itu dan fasilitas nuklirnya pada pertengahan Juni.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa telah berulang kali menyerukan agar perjanjian apa pun di masa mendatang tidak hanya membahas aktivitas nuklir Iran tetapi juga program rudal balistiknya.

Baca juga: Sekitar 100 Warga Iran Menjadi Korban Terorisme dalam Setahun Terakhir

Teheran secara konsisten menolak tuntutan tersebut, bersikeras bahwa kemampuan militernya tidak dapat dinegosiasikan.

Pihak-pihak Eropa dalam kesepakatan 2015, yaitu Inggris, Prancis, dan Jerman, baru-baru ini memicu mekanisme “snapback” untuk memulihkan sanksi PBB, yang semakin mempersulit diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *