London, Purna Warta – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di London telah menyatakan keprihatinan yang mendalam atas memburuknya kondisi kesehatan seorang warga negara Iran yang ditahan di Penjara Frankland di Inggris timur laut, dan mendesak otoritas Inggris untuk segera memfasilitasi rawat inapnya dan akses ke perawatan medis penting.
Dalam sebuah pesan yang diunggah di X pada hari Kamis, kedutaan menulis bahwa pada tanggal 27 Agustus 2025, duta besar Iran untuk Inggris, Seyyed Ali Mousavi, bertemu dengan Richard John, seorang warga negara Kristen Iran yang telah dipenjara di Penjara Frankland selama lebih dari dua dekade. John telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk kembali ke Iran.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa John, yang menderita penyakit serius, telah meminta rawat inap segera dan akses ke perawatan medis darurat.
Duta Besar Mousavi meyakinkannya bahwa kasusnya, termasuk kebutuhan akan perawatan medis yang layak, akan segera diproses melalui otoritas Inggris terkait.
Kedutaan Besar Iran lebih lanjut menekankan bahwa kondisi kesehatan John kritis dan tindakan segera diperlukan untuk menyelamatkan nyawanya.
Pada Juli 2024, Kazem Gharibabadi, yang saat itu menjabat sebagai sekretaris Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran, mengkritik pemerintah Inggris karena menolak memberikan pengampunan dan memulangkan John.
Dalam suratnya kepada Kementerian Luar Negeri, Gharibabadi menunjukkan bahwa John, yang telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Inggris, telah melepaskan kewarganegaraan Inggrisnya dengan harapan dibebaskan dari penjara dan kembali ke Iran.
Namun, Dewan Pembebasan Bersyarat Kementerian Kehakiman Inggris terus menentang pengampunan dan deportasinya, ujarnya.
Gharibabadi juga mencatat bahwa John tidak pernah diberikan cuti sehari pun selama 20 tahun terakhir, dan otoritas Inggris bahkan telah memblokir pemindahannya ke rumah sakit khusus yang dilindungi untuk perawatan medis.


