Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan upaya bersama dan aksi terpadu melawan musuh bersama, menggambarkan rezim Zionis Israel sebagai hasil dari proyek yang digagas oleh hegemoni dengan tujuan melemahkan, menjarah, dan memecah belah negara-negara di kawasan.
Baca juga: Iran Kecam Serangan Israel di Suriah
Dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Irak Abdul Amir Al-Shammari di Teheran pada hari Senin, Pezeshkian merujuk pada peran destruktif rezim Zionis dalam mengganggu perdamaian dan keamanan di kawasan, dengan menyatakan bahwa rezim ini merupakan proyek sistem hegemoni yang bertujuan melemahkan, menduduki, dan menjarah sumber daya negara-negara serta memecah belah kawasan.
Ia mendesak agar Iran dan Irak bersatu melawan Israel musuh bersama tersebut, saling mendukung, dan menghindari perpecahan.
Presiden juga menggambarkan hubungan kedua negara tetangga sebagai persaudaraan dan dilandasi ikatan agama dan budaya yang mendalam, demikian dilaporkan situs web resminya.
“Kami menganggap pemerintah dan rakyat Irak serta negara-negara Islam lainnya sebagai saudara kami dan akan melanjutkan upaya kami untuk memperkuat persatuan, kohesi, dan persaudaraan di antara komunitas Islam,” tambahnya.
Pezeshkian memuji keramahan pemerintah dan rakyat Irak terhadap para peziarah Iran selama ibadah Arbain.
Ia berharap koordinasi kedua negara untuk memfasilitasi upacara Arbain akan menjadi titik balik bagi kerja sama di bidang-bidang lain, termasuk pengaktifan pasar perbatasan, investasi bersama, dan pertukaran akademis.
Menteri Irak, pada bagiannya, menyampaikan salam hangat dari Perdana Menteri Irak Mohammed Shia’ al-Sudani kepada Presiden Pezeshkian dan mengucapkan selamat atas perlawanan rakyat Iran terhadap musuh Zionis.
Baca juga: Pakistan Dipuji karena Berpihak pada Iran Melawan Israel
Ia menjelaskan upaya pemerintah Irak dalam menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk menampung jutaan jemaah haji selama ibadah Arbain, khususnya di bidang transportasi, layanan kesehatan, dan keamanan.
Al-Shammari menyatakan bahwa pemerintah Irak mengerahkan seluruh kapasitasnya untuk menyelenggarakan upacara keagamaan ini dengan megah, dan tindakan serta koordinasi ini akan terus berlanjut hingga jemaah terakhir meninggalkan negara Arab tersebut.


