Ayatollah Sistani Kecam Kejahatan Zionis di Gaza, Tuntut Pengepungan Segera Diakhiri

Bagdad, Purna Warta – Ulama Syiah terkemuka Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, mengecam keras genosida yang dilakukan rezim Zionis di Gaza, dan menyerukan semua negara—terutama negara-negara Islam—untuk segera bertindak guna mengakhiri krisis kemanusiaan yang dahsyat ini.

Kantor Ayatollah Sistani mengeluarkan pernyataan pada Jumat malam, mendesak upaya mendesak dan terkoordinasi untuk menghentikan kekejaman yang semakin meningkat di Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut mengecam rezim Israel karena memberlakukan blokade yang mencekik di Gaza, memutus pasokan makanan, air, dan medis, serta menciptakan kondisi kelaparan bagi lebih dari dua juta orang.

“Setelah hampir dua tahun pembunuhan dan penghancuran tanpa henti yang telah menewaskan atau melukai ratusan ribu orang, serta menghancurkan kota-kota dan permukiman, rakyat Palestina yang tertindas di Gaza kini menghadapi kondisi yang mengerikan,” demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut menggambarkan situasi tersebut sebagai kampanye kelaparan massal yang disengaja yang menyasar anak-anak, orang sakit, dan lansia—bagian dari rencana penjajah yang lebih luas untuk mengurangi populasi Gaza dan menghapus keberadaan Palestina.

Ayatollah Sistani menggarisbawahi bahwa kebiadaban yang tidak manusiawi seperti itu memang sudah seharusnya terjadi dari sebuah rezim yang didirikan atas dasar pendudukan dan apartheid, tetapi yang memalukan adalah kebisuan dan keterlibatan dari apa yang disebut sebagai pembela hak asasi manusia internasional.

Ia mengatakan bahwa negara-negara Arab dan Islam memiliki kewajiban moral dan agama untuk mengambil tindakan tegas terhadap rezim Zionis dan memaksanya beserta para pendukung Baratnya untuk segera membuka semua perlintasan bagi bantuan kemanusiaan.

“Sebaliknya, mereka harus menggandakan upaya mereka untuk mengakhiri tragedi ini dan melakukan segala daya upaya untuk memaksa rezim Israel dan para pendukungnya agar mengizinkan masuknya makanan dan pasokan penting bagi warga sipil tak berdosa dengan cepat,” ujar Sistani.

Ia menambahkan bahwa gambaran memilukan tentang anak-anak yang kelaparan dan pasien yang sekarat, yang disiarkan ke seluruh dunia, seharusnya menghantui hati nurani umat manusia.

“Tak seorang pun yang memiliki sedikit pun hati nurani dapat menikmati seteguk air atau sepotong makanan sementara Gaza menderita,” tegas Ayatollah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *