Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi memperingatkan bahwa Iran berhak mengambil langkah-langkah yang tepat sebagai tanggapan atas dimulainya mekanisme snapback oleh troika Eropa, menekankan bahwa langkah tersebut merusak kredibilitas Eropa dan menimbulkan keraguan serius atas niat sebenarnya.
Dalam rangka peringatan 100 tahun hubungan diplomatik antara Iran dan Hongaria, Araqchi melakukan percakapan telepon dengan mitranya dari Hongaria, Peter Szijjarto, pada hari Jumat.
Kedua menteri merayakan satu abad hubungan yang erat dan bersahabat antara kedua negara dan menekankan pentingnya melanjutkan dan memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.
Szijjarto mengucapkan selamat kepada Iran atas seratus tahun hubungan diplomatik bilateral dan menyoroti komitmen Hongaria untuk memperluas kerja sama komprehensif dengan Teheran.
Araqchi, pada gilirannya, menekankan tekad Iran untuk memelihara dan mengembangkan hubungan dengan semua negara berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama, seraya mencatat potensi pertumbuhan yang signifikan dalam hubungan Iran-Hongaria.
Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan perkembangan internasional.
Dalam percakapan tersebut, Araqchi dengan tegas memperingatkan konsekuensi dari tindakan troika Eropa, dan menyebut inisiatif mekanisme snapback mereka sebagai tindakan ilegal, tidak dapat dibenarkan, dan tidak bertanggung jawab.
Ia menekankan bahwa Iran berhak mengambil langkah-langkah yang tepat sebagai tanggapan dan menggarisbawahi bahwa langkah EU3 telah sangat merusak kredibilitas Eropa sebagai mitra negosiasi, sekaligus menimbulkan keraguan serius tentang niat sebenarnya dari negara-negara tersebut.


