Jakarta, Purna Warta – Sejumlah massa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan organisasi masyarakat lainnya menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang, pada Senin (1/9/2025). Mereka menuntut agar kenaikan tunjangan anggota DPR RI dibatalkan.
Baca juga: Anggota dan Pegawai DPRD Kabupaten Blitar Kerja di Halaman Usai Gedung Dibakar
Aksi yang berlangsung di pintu masuk gedung DPRD NTT ini dipimpin oleh koordinator lapangan (Korlap) dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Putra Umbu Ngudang. “Kami minta agar Ketua DPRD Provinsi Ibu Emilia Nomleni keluar dan temui kami,” ujar Putra.
Selain Ketua DPRD NTT, massa juga mendesak Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko untuk hadir dan mendengarkan aspirasi mereka terkait kondisi negara. Massa sempat mengancam akan mendobrak masuk jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Melihat situasi tersebut, Kapolres Kota Kupang Kombes Djoko Lestari segera menemui para demonstran untuk menenangkan massa. “Saya akan ke atas dan menyampaikan permintaan rekan-rekan, tetapi saya harapkan tenang,” ucapnya.
Baca juga: Menkeu Pastikan Tidak Ada Kenaikan Pajak di 2026
Setelah Djoko Lestari menyampaikan permintaan massa, tak berselang lama, Gubernur Melki Laka Lena, Ketua DPRD Emilia Nomleni, dan Kapolda Rudi Darmoko akhirnya keluar untuk menemui para pengunjuk rasa.
Menanggapi aksi ini, Kapolda NTT sebelumnya menyatakan bahwa sebanyak 750 personel telah disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi. “Sebanyak 750 personel disiagakan, tidak hanya untuk mengawal dan menjaga keamanan selama aksi unjuk rasa, tetapi juga melayani masyarakat,” kata Kapolda.
Ia berharap aksi unjuk rasa dapat berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga lain.


