Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, dengan tegas mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump, menyebutnya sebagai kontradiktif, tidak hormat, dan bagian dari upaya perang psikologis terhadap bangsa Iran.
Dalam sidang parlemen pada hari Minggu, Ghalibaf menyebut bahwa “pesan-pesan paradoks dan berita palsu” dari para politisi Barat, khususnya “presiden AS yang tidak terhormat”, kini menjadi inti dari operasi psikologis musuh.
Ia menyebut Trump sebagai seorang “politisi penjudi” yang pernyataannya “tidak memiliki kredibilitas sama sekali.”
Ghalibaf menegaskan bahwa upaya Trump hanyalah “operasi psikologis untuk menebar ketakutan dan kekecewaan di tengah masyarakat serta mengganggu proses pengambilan keputusan para pejabat Iran.”
Menutup pernyataannya, Ghalibaf mengirim pesan tegas kepada para musuh: bahwa rakyat Iran tidak akan pernah mundur dalam menjaga kedaulatan tanah air mereka.
Ia juga memperingatkan bahwa siapa pun yang mengkhianati tanah air atau menjadi kaki tangan musuh “akan dibuang ke tempat sampah sejarah.”


