Para inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah meninggalkan Iran menuju Wina pada hari ini.
Kepergian mereka terjadi setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi mengumumkan penghentian kerja sama Iran dengan IAEA pada Rabu lalu.
Langkah ini mengikuti persetujuan parlemen Iran (Majlis) pada 25 Juni atas RUU yang menyerukan penghentian kerja sama dengan badan tersebut, menyusul resolusi anti-Iran yang dinilai bermotif politik.
Alireza Salimi, anggota presidium parlemen, menyatakan bahwa seluruh ketentuan umum dan khusus dalam RUU tersebut telah disetujui.
Berdasarkan keputusan parlemen, inspektur IAEA tidak akan diizinkan memasuki Iran kecuali jika ada jaminan keamanan yang tegas terhadap fasilitas nuklir Iran dan kegiatan nuklir damai, yang harus disetujui oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.


