Al-Quds, Purna Warta – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa rezim Israel telah membuat warga sipil di Jalur Gaza, termasuk satu juta anak-anak, kelaparan.
Satu juta anak-anak Gaza sedang sekarat karena kelaparan akibat blokade terus-menerus oleh Israel, demikian peringatan UNRWA dalam sebuah pernyataan yang diposting di platform X, dengan menekankan bahwa “Rakyat Gaza sedang dibuat kelaparan.”
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina itu sekali lagi menyerukan kepada rezim Israel untuk mencabut pengepungan yang sedang berlangsung, seraya mengatakan, “Akhiri pengepungan: izinkan UNRWA membawa masuk makanan dan obat-obatan.”
Sejak rezim Israel melancarkan perang genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza pada Oktober 2023, Kementerian Kesehatan wilayah tersebut telah melaporkan banyak kasus anak-anak yang meninggal akibat kelaparan dan dehidrasi.
Sementara itu, ratusan ribu orang lainnya berada dalam risiko kematian karena krisis pangan yang meluas dan runtuhnya layanan kesehatan.
Kementerian Kesehatan memperingatkan pada hari Minggu (20/11) bahwa 86 warga Palestina, termasuk 76 anak-anak, telah meninggal karena kelaparan dan malnutrisi sejak awal perang, dan menggambarkan perlakuan Israel terhadap warga Palestina di Gaza sebagai “pembantaian sunyi.”
Dalam 24 jam terakhir saja, tercatat 18 kematian akibat kelaparan di Gaza.
Pihak berwenang Gaza menyalahkan baik rezim Israel maupun komunitas internasional atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, di mana sekitar 59.000 warga Palestina — sebagian besar wanita dan anak-anak — telah tewas sejak Oktober 2023 akibat pengeboman tanpa henti dan blokade yang telah menciptakan kondisi menyerupai kelaparan massal.
Pejabat Hamas, para ahli PBB, dan para pekerja bantuan kemanusiaan menyatakan bahwa Israel menggunakan kelaparan sebagai “senjata perang.”


