New York, Purna Warta – Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah mengeluarkan seruan baru untuk aksi global guna mengatasi blokade bantuan yang terus dilakukan oleh Israel terhadap Jalur Gaza, dengan memperingatkan bahwa ketidakaktifan sama saja dengan keterlibatan dalam kelaparan yang dialami rakyat Palestina.
Dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Minggu, Lazzarini mengungkapkan bahwa UNRWA belum dapat mengirimkan bantuan apa pun ke Gaza sejak 2 Maret.
“Saya sudah mencari sesuatu untuk memberi makan anak-anak saya, tapi tidak ada apa pun,” ujarnya dengan penuh keputusasaan, seraya menambahkan:
“Bagaimana mungkin seseorang bisa menjawab pesan-pesan yang dipenuhi keputusasaan seperti ini? Itu membuat saya malu dan memperbesar rasa tidak berdaya.”
Lazzarini menjelaskan bahwa persediaan makanan sebenarnya hanya berjarak beberapa kilometer dari Gaza, dan menegaskan bahwa UNRWA memiliki cukup stok di luar Gaza untuk memenuhi kebutuhan seluruh populasi selama tiga bulan ke depan.
“Kami tidak diizinkan membawa bantuan apa pun sejak 2 Maret,” tegasnya.
Ia menyebut situasi ini sebagai krisis buatan manusia, yang difasilitasi oleh impunitas yang dinikmati oleh rezim Israel. Menyoroti kebutuhan mendesak akan intervensi politik dan aksi global, Lazzarini menegaskan bahwa hanya kemauan politik yang tegas yang dapat mengakhiri kelaparan yang sedang berlangsung.
“Hanya kemauan politik dan kepemimpinan yang bisa membalikkan kondisi kelaparan yang telah menyebar luas ini,” katanya.
Dalam 24 jam terakhir, Gaza melaporkan 18 kematian tambahan akibat kelaparan, sehingga total sejak Oktober 2023 mencapai 86 jiwa, termasuk 76 anak-anak. Saat ini, diperkirakan 17.000 anak-anak di Gaza menderita malnutrisi akut.


