Pejuang Perlawanan Palestina Serang Pasukan Israel di Rafah

Rafah, Purna Warta – Sebuah operasi terkoordinasi oleh kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Gaza selatan mendorong pasukan pendudukan Israel ke ambang penaklukan, dalam apa yang digambarkan Tel Aviv sebagai “insiden keamanan serius.”

Baca juga: Israel Tuntut Pembebasan Semua Tawanan, Pukulan Telak bagi Proposal Gencatan Senjata yang Disetujui Hamas

Menurut media Israel, para pejuang perlawanan Palestina muncul dari sebuah terowongan di dekat lokasi militer di utara Rafah dan melancarkan serangan mendadak dengan roket anti-tank dan senjata otomatis, yang menargetkan tentara Israel. Laporan menyebutkan antara 14 dan 20 pejuang perlawanan terlibat dalam serangan tersebut.

Media berbahasa Ibrani mengakui bahwa operasi tersebut sangat terorganisir dan bertujuan untuk menyerbu pangkalan dan menangkap pasukan Israel. Radio militer Israel melaporkan bahwa para pejuang perlawanan bentrok dengan tentara dari jarak dekat setelah mencapai pintu masuk posisi tersebut. Konfrontasi berlangsung sekitar 30 menit, dengan para pejuang melepaskan tembakan gencar, senapan mesin, dan RPG.

Israel mengakui bahwa helikopter dan tank dikerahkan ke wilayah tersebut, dan permukiman di sekitarnya dibombardir secara intensif. Media lokal yang berafiliasi dengan pemukim melaporkan bahwa helikopter militer mendarat di Rafah untuk mengevakuasi korban, bertentangan dengan klaim resmi Israel bahwa hanya beberapa tentara yang terluka.

Koresponden Channel 12 Israel mengatakan para pejuang perlawanan memasuki pos terdepan tersebut dengan membawa sejumlah besar senjata dan bahan peledak, sebuah tanda bahwa tujuan mereka adalah untuk menangkap tentara sebagai tawanan.

Baca juga: PBB: 86% Wilayah Gaza Dievakuasi atau Diubah Menjadi Zona Militer

Meskipun Tel Aviv berupaya mengecilkan dampak tersebut, para komentator Israel sendiri mengakuinya sebagai salah satu operasi perlawanan terorganisasi paling serius dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan itu terjadi sebagai respons atas perang genosida Israel yang berlangsung hampir dua tahun terhadap rakyat Gaza, di mana setidaknya 62.064 orang tewas dan 156.573 orang terluka, sementara ratusan lainnya mati kelaparan dan setidaknya 14.947 orang terluka di lokasi distribusi bantuan yang didukung AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *