Gaza, Purna Warta – Para pengunjuk rasa dalam pawai solidaritas mengecam respons negatif, ketidakpedulian, kelalaian, dan keterlibatan beberapa rezim Arab dalam kelaparan dan genosida di Gaza.
Puluhan ribu orang telah bergabung dalam unjuk rasa dan pawai di beberapa negara Asia Barat dan Afrika, termasuk Turki, Yordania, Irak, dan Libya, untuk menyatakan solidaritas mereka kepada Palestina dan mengecam genosida Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Sumber berita melaporkan bahwa pawai ini diadakan pada hari Minggu di tengah kemarahan publik yang meluas atas “respons negatif, ketidakpedulian, kelalaian, dan keterlibatan beberapa rezim Arab dalam kelaparan dan genosida di Gaza.”
Ibu kota Turki, Ankara, menyaksikan unjuk rasa besar yang berakhir di dekat kedutaan AS, dengan para demonstran meneriakkan slogan-slogan seperti “Israel meneror dan dunia sedang menonton.”
Demonstrasi juga digelar di depan konsulat Israel di kota Istanbul, di mana masyarakat mengecam perang genosida rezim Israel terhadap rakyat Gaza.
Di Yordania, sekutu utama rezim Israel, masyarakat kembali turun ke jalan di Amman dan kota-kota lain sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina yang tertindas, sekaligus mengecam blokade dan agresi Israel.
Menurut situs berita Arab Journal, pasukan keamanan Yordania menindak tegas demonstrasi yang digelar di kamp pengungsi Palestina di Madaba.
Di Irak dan Libya, ribuan orang memadati jalan untuk mendukung Gaza dan menuntut diakhirinya “agresi rezim Zionis dan blokade wilayah Palestina.”
Peringatan dari organisasi internasional tentang bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza semakin meningkat, di mana kelaparan telah mencapai puncaknya.
Israel, yang didukung oleh Amerika Serikat, melancarkan perang yang menghancurkan terhadap Jalur Gaza pada Oktober 2023. Lebih dari 58.000 warga Palestina telah tewas sejak saat itu.


