Gaza, Purna Warta – Menurut laporan jaringan pemberitaan di Gaza, jurnalis Gaza juga menggelar aksi berkumpul untuk menyuarakan protes mereka terhadap berlanjutnya pembantaian rezim Israel terhadap wartawan di kawasan itu.
Baca juga: Zionis: Hamas tidak bisa dihancurkan / Norwegia: Tindakan Israel di Gaza adalah kriminal
Dalam serangan terakhir tentara Zionis terhadap jurnalis, enam wartawan dan juru kamera gugur akibat pemboman di Rumah Sakit Nasser.
Suara Jurnalis Gaza
Mahmoud al-Awadhiyah, seorang jurnalis Palestina, mengatakan kepada al-Alam:
“Pesan jelas kami adalah tidak boleh tinggal diam atas apa yang menimpa rekan-rekan kami. Selama dua tahun, mereka berada di garis depan, mendokumentasikan kejahatan para penjajah Israel. Hari ini, salah satu kejahatan rezim Israel terhadap jurnalis telah direkam langsung di depan kamera media dan mempermalukan mereka. Para penjajah Israel selalu berusaha menghalangi dokumentasi ini, namun kali ini kejahatan mereka terhadap wartawan dan juru kamera benar-benar terbongkar. Kami pasti akan terus meliput peristiwa di Jalur Gaza, menyampaikan pesan rekan-rekan jurnalis kami, dan mengungkap kejahatan para penjajah Israel di seluruh dunia serta di setiap forum internasional.”
Ahmad Harb, koordinator gerakan media, menambahkan kepada al-Alam:
“Para penjajah memahami betapa berharganya narasi rakyat Palestina, itulah sebabnya mereka menargetkan jurnalis Palestina. Kemarin, kami berpisah lagi dengan enam jurnalis syahid akibat liputan perang Gaza. Hari ini, seluruh dunia dan lembaga internasional berkewajiban, pertama-tama, untuk meminta pertanggungjawaban para penjajah atas kejahatan mereka terhadap wartawan, dan juga melindungi jurnalis Palestina yang menghadapi genosida.”
Sikap Serikat Jurnalis Gaza
Serikat Jurnalis Gaza mengecam serangan rezim Zionis terhadap wartawan di Rumah Sakit Nasser, serta berkomitmen menuntut pertanggungjawaban hukum para penjajah atas kejahatan tersebut. Serikat itu juga menyerukan kepada jurnalis internasional agar datang ke Gaza dan mendokumentasikan genosida yang sedang berlangsung.
Baca juga: Lebih dari 200 diplomat Uni Eropa Menyerukan Tindakan Mendesak Terhadap Israel
Ahed Farwaneh, Sekretaris Serikat Jurnalis Palestina, menegaskan kepada al-Alam:
“Pesan kami sebagai Serikat Jurnalis Palestina kepada dunia adalah: kalian harus menegakkan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB dalam melindungi wartawan Palestina, dan jangan memperlakukan rezim penjajah seolah-olah berada di atas hukum. Apa yang terjadi adalah kejahatan perang dan perang genosida terhadap rakyat Palestina, khususnya terhadap jurnalis. Rezim Israel tidak ingin citra rakyat Palestina sampai ke dunia. Kita telah melihat bagaimana mereka mencegah masuknya media asing ke Jalur Gaza agar skala perang genosida ini tidak terdokumentasikan. Kami menegaskan, meski ada kejahatan dan upaya sistematis untuk membunuh wartawan, liputan berita akan tetap berlanjut. Jurnalis Palestina akan tetap berada di medan, karena ia menjalankan pesan media sekaligus kewajiban profesionalnya.”


