Hamas: Israel Gunakan Kelaparan sebagai Senjata di Gaza untuk Melenyapkan Seluruh Bangsa Palestina

Kelaparan gaza sebagai Senjata

Gaza, Purna Warta – Dalam konferensi pers pada Kamis, Bezalel Smotrich juga mengusulkan pengusiran paksa sebagai solusi untuk melaksanakan aneksasi Gaza. Ia mengatakan militer Israel harus menetapkan Kota Gaza dan kamp-kamp pengungsi pusat sebagai zona tempur, sehingga hanya para pejuang Hamas yang tersisa di dalamnya “untuk mati karena lapar dan haus,” demikian dilaporkan harian Israel Hayom.

Menanggapi hal ini, Hamas menyatakan bahwa pernyataan Smotrich merupakan seruan terbuka untuk melanjutkan kejahatan Israel di Gaza hingga seluruh rakyat Palestina dilenyapkan atau dipaksa mengungsi.

Hamas menambahkan, pernyataan tersebut juga membuktikan bahwa rezim Zionis menggunakan kelaparan dan blokade sebagai senjata terhadap warga sipil tak berdosa, yang menurut hukum internasional merupakan kejahatan perang.

Gerakan itu menegaskan bahwa ucapan Smotrich bukanlah pandangan ekstrem yang terisolasi, melainkan kebijakan resmi rezim Israel yang telah dijalankan di Gaza selama hampir 23 bulan.

Hamas menekankan bahwa pernyataan itu mengungkap hakikat sebenarnya Israel kepada dunia dan menegaskan bahwa apa yang terjadi di Gaza merupakan proyek genosida dan pengusiran massal.

Sebanyak 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB—empat di antaranya anggota tetap, yakni Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis, serta 10 anggota tidak tetap—pada Rabu menyerukan agar rezim Israel mengakhiri perang genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang telah menimbulkan ratusan ribu korban sejak dimulai pada Oktober 2023.

Amerika Serikat, salah satu anggota tetap DK PBB, tidak ikut serta dalam pemungutan suara dan justru menghalangi resolusi PBB tersebut.

Sejak Oktober 2023, genosida brutal rezim Israel di Gaza telah menewaskan hampir 62.900 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Di Kota Gaza saja, lebih dari setengah juta orang kini sudah menghadapi ancaman kelaparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *