Al-Quds, Purna Warta – Dua pemuda Palestina tewas dibunuh oleh pasukan Israel dalam sebuah penggerebekan di ujung utara wilayah Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan Kementerian Kesehatan Palestina.
Baca juga: Rakyat Maroko Gelar Aksi Duduk Massal di Pelabuhan Utama Kecam Sandarnya Kapal-Kapal Israel
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu kota Qabatiya, di selatan Jenin, pada Senin pagi (4 Agustus 2025). Mereka mengepung sebuah bangunan barak dan melepaskan tembakan serta granat yang diluncurkan dari senapan ke arah bangunan tersebut hingga hancur total.
Menurut sumber setempat, jenazah para korban kemudian dibawa pergi oleh militer Israel.
Dalam video yang beredar di media sosial, warga Palestina terlihat memeriksa puing-puing setelah serangan militer Israel terhadap sebuah lumbung pertanian di dekat Qabatiya.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah seorang pemuda Palestina terluka akibat peluru tajam dan beberapa lainnya sesak napas karena menghirup gas air mata saat bentrokan dengan pasukan Israel di pusat kota al-Khalil.
Sumber keamanan mengatakan kepada WAFA bahwa pasukan Israel menyerbu pusat kota al-Khalil pada Minggu malam dan menembakkan peluru tajam, tabung gas air mata, serta granat kejut ke arah warga sipil dan toko-toko.
Beberapa warga lainnya juga mengalami sesak napas akibat gas air mata dan mendapat perawatan di tempat kejadian.
Menurut laporan gabungan yang dirilis pada hari Minggu oleh Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, Masyarakat Tahanan Palestina, dan Asosiasi Pendukung Tahanan dan Hak Asasi Manusia Addameer, pasukan pendudukan Israel telah menculik lebih dari 18.500 warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk al-Quds, sejak awal agresi terhadap Gaza pada Oktober 2023.
Laporan tersebut mencatat lonjakan tajam dalam jumlah penangkapan, dengan setidaknya 570 perempuan Palestina yang telah diculik.
Baca juga: Lebih dari Belasan Mantan Diplomat Belgia Desak Pemerintah Ambil Tindakan terhadap Israel
Penculikan terhadap anak-anak Palestina juga meningkat drastis, dengan tidak kurang dari 1.500 kasus yang tercatat di Tepi Barat saja sejak dimulainya perang genosida Israel.
Sementara itu, lebih dari 194 jurnalis telah diculik, dan 49 di antaranya masih ditahan hingga kini.
Laporan ini juga mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dalam proses penculikan tersebut, termasuk pemukulan brutal, ancaman terhadap tahanan dan keluarga mereka, serta penghancuran besar-besaran terhadap properti milik warga sipil.


