Uni Eropa Ancam Tindakan Tegas Jika Israel Gagal Penuhi Janji Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

EU

Brussels, Purna Warta – Dalam sebuah pernyataan melalui akun resminya di platform X pada hari Selasa (14 Juli 2025), Kallas diplomat tinggi Uni Eropa mengatakan bahwa “pembunuhan warga sipil yang sedang mencari bantuan di Gaza oleh Israel tidak dapat dibenarkan.”

Diplomat tertinggi Uni Eropa tersebut menambahkan bahwa ia telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, untuk menegaskan kembali kesepahaman mengenai aliran bantuan, dan menuntut agar pasukan militer Israel (IDF) menghentikan serangan terhadap warga sipil di titik-titik distribusi bantuan.

Awal bulan ini, Uni Eropa mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Tel Aviv guna memperluas akses bantuan ke wilayah Gaza. Namun, Kallas memperingatkan,

“Semua opsi tetap terbuka jika Israel tidak menepati komitmennya.”

Menurut dokumen yang disusun untuk negara-negara anggota Uni Eropa dan dilihat oleh Reuters, opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk penangguhan Perjanjian Asosiasi UE-Israel, yang mengatur hubungan perdagangan antar kedua pihak, serta tindakan yang lebih ringan seperti penghentian proyek kerja sama teknis.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga menyampaikan melalui akun X-nya:

“Warga sipil tidak boleh menjadi sasaran. Tidak pernah.”
“Gambar-gambar dari Gaza tidak tertahankan. Warga sipil di Gaza telah menderita terlalu banyak dan terlalu lama. Ini harus dihentikan sekarang. Israel harus memenuhi janji-janjinya.”

Sementara itu, menurut laporan Kantor HAM PBB pada hari Selasa, antara tanggal 27 Mei hingga 21 Juli, pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 1.054 warga Palestina yang sedang mencoba mendapatkan makanan di titik-titik distribusi bantuan yang didirikan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Laporan tersebut menyatakan:

“Warga Palestina di Gaza meninggal karena kelaparan, atau karena peluru tentara Israel saat berusaha mencari makanan.”
“Kematian fisik dan penderitaan psikologis yang mengerikan akibat kelaparan adalah hasil dari intervensi Israel terhadap pengiriman bantuan dan militerisasi atas proses kemanusiaan.”

Pada hari Senin sebelumnya, menteri luar negeri dari 28 negara dan komisaris bantuan kemanusiaan Uni Eropa secara kolektif mengutuk tindakan Israel atas apa yang mereka sebut sebagai “penyaluran bantuan secara tetes demi tetes dan pembunuhan tidak manusiawi terhadap warga sipil, termasuk anak-anak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *