Para Demonstran di Paris Kecam Penggunaan Kelaparan sebagai Senjata di Gaza

Paris

Paris, Purna Warta – Para demonstran turun ke jalan-jalan di Paris untuk mengecam blokade kemanusiaan yang diberlakukan oleh Israel di Jalur Gaza, di mana rakyat Palestina kehilangan nyawa mereka baik karena serangan militer maupun kelaparan akibat pembatasan pasokan kebutuhan dasar.

Baca juga: Ribuan Orang Gelar Aksi Duduk di Stasiun Kereta Belanda sebagai Solidaritas untuk Gaza

“Pertama-tama, kami merasa sedih. Kami juga marah karena tidak adanya tindakan dari pemerintah kami di Prancis.
Kami marah karena bantuan diblokir, padahal sebenarnya ada cukup makanan untuk seluruh Jalur Gaza. Tapi kenyataannya, makanan itu dibiarkan kedaluwarsa bahkan diracuni, karena Israel memblokirnya.
Bukan hanya kabinet Israel yang memblokir bantuan—para pemukim ilegal juga ikut memblokirnya. Dan ini sungguh tak bisa diterima.
Tak bisa diterima bahwa hukum tak berbuat apa-apa. Tapi hari ini, kita tak bisa lagi bergantung pada hukum atau pemerintah.
Kita harus bergerak sendiri. Kita harus terus berjuang dan melawan. Satu-satunya solusi adalah perlawanan.”
— Protester 01

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kelaparan mengancam ratusan ribu warga sipil di Gaza, terutama anak-anak. Gambar-gambar memilukan tentang malnutrisi beredar setiap hari.

Pekerja kemanusiaan, warga sipil, dan keluarga menyerukan diakhirinya blokade serta akses mendesak terhadap bantuan makanan dan medis.

Aksi unjuk rasa di Paris kembali dijaga ketat oleh aparat polisi, dengan sejumlah aktivis ditangkap.

Baca juga: Pasukan Keamanan AS Menyerang Warga Sipil yang Kelaparan

“Yang saya rasakan hanyalah kesedihan yang mendalam. Kami merasa tak berdaya.
Kami melihat situasinya dan berkata pada diri sendiri bahwa kami tak bisa berbuat apa-apa.
Tak ada yang membantu mereka. Hari ini kita hidup di dunia yang gila.
Kami menyaksikannya sendiri: mereka tak punya uang, tak ada makanan, tak punya apa-apa. Mereka dibom, dan kami tak bisa menolong.
Bahkan bantuan kemanusiaan pun kini tak lagi masuk.
Dan bahkan bagi mereka yang punya sedikit uang, situasinya justru lebih buruk—karena tak ada lagi yang bisa dibeli.
Kami melihatnya sendiri tadi—sekarung tepung, satu kilo tepung, harganya $320. Maksud saya, kita ini hidup di dunia macam apa?
Di mana komunitas internasional saat ini? Di mana mereka?”
— Protester 02

Seruan yang adil untuk masyarakat internasional, sementara konvoi bantuan tetap terblokir di perbatasan, dan jumlah korban jiwa di Gaza terus meningkat.

Di Paris, kata “kelaparan” bergema sebagai senjata yang disengaja. Dan di jalan-jalan, rakyat hanya menuntut satu hal: agar semua ini segera dihentikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *