Washington, Purna Warta – Sekelompok penulis dan aktivis media menyebut The New York Times sebagai komplotan dalam genosida di Gaza dan alat pembenaran kejahatan Israel.
Dalam pernyataannya, koalisi media tersebut juga mengungkap bahwa sejumlah besar jurnalis, editor, dan eksekutif senior surat kabar tersebut memiliki hubungan erat dengan organisasi lobi pro-Israel.
Kelompok Writers Against the War on Gaza menyatakan:
“The New York Times turut terlibat dalam genosida di Jalur Gaza, berperan sebagai corong imperialisme Amerika Serikat dan sebagai pembentuk opini elit dalam kebijakan luar negeri.”
Seperti halnya media arus utama lainnya, The New York Times mendapat kritik tajam atas liputannya mengenai perang di Gaza, dengan banyak aktivis HAM dan analis menuduh surat kabar tersebut telah membuka jalan bagi kejahatan perang Israel.
Bukti-bukti terdokumentasi yang disampaikan oleh kelompok penulis dan aktivis media ini menunjukkan bahwa pemberitaan The New York Times dipengaruhi oleh keterkaitan finansial, material, dan ideologis antara beberapa staf redaksi saat ini maupun yang telah pensiun dengan pemerintah atau militer Israel.
Laporan tersebut juga menyoroti lapisan hubungan ideologis dan material yang lebih dalam, termasuk keterkaitan dengan lembaga lobi pro-Israel dan lembaga think tank.
Selain itu, disebutkan pula bahwa editor-editor The New York Times diduga telah menginstruksikan para wartawan untuk menghindari penggunaan istilah-istilah yang dianggap “provokatif” seperti “genosida,” “pembersihan etnis,” dan “wilayah pendudukan,” bahkan melarang penggunaan kata “Palestina.”
Writers Against the War on Gaza menyebut bahwa temuan mereka menunjukkan bagaimana pedoman perilaku jurnalisme yang selama ini dipuji oleh The New York Times justru menghasilkan standar ganda yang rasis.
Kelompok ini dibentuk beberapa minggu setelah serangan udara Israel terhadap Gaza (pasca-serangan 7 Oktober 2023), dan terdiri dari penulis serta aktivis seni yang telah beberapa kali menggelar aksi protes di luar gedung The New York Times—bahkan di lobi kantor pusatnya di Manhattan.
Dalam kecaman mereka terhadap keterlibatan media tersebut dalam kejahatan perang di Gaza, mereka memberi julukan baru: “The New York War Crimes Times.”
Hingga kini, lebih dari 59.000 warga Palestina telah tewas akibat perang Israel di Gaza—perang yang telah diklasifikasikan sebagai genosida oleh sejumlah negara, lembaga HAM internasional, dan pakar hukum.
Kelompok Writers Against the War on Gaza menegaskan bahwa kedekatan The New York Times dengan Israel menjadi faktor kunci dalam keberpihakan berita mereka. Mereka juga mengecam kegagalan surat kabar tersebut dalam mengungkap hubungan pribadi atau keluarga para wartawannya dengan Israel dalam profil resmi mereka di situs The New York Times—yang menurut mereka merupakan pelanggaran serius terhadap etika jurnalistik.


