Perpecahan Mendalam di Amerika: Dukungan Pemuda terhadap Kejahatan Israel 10 Kali Lebih Rendah daripada Lansia

Devide America

Washington, Purna Warta – Mengingat keberadaan lobi Yahudi dan Zionis, serta hubungan politik, militer, dan strategis yang dalam antara Tel Aviv dan Washington, hasil jajak pendapat terkait pandangan masyarakat Amerika terhadap Israel dan kebijakan khusus pemerintah AS mengenai Palestina selalu menjadi isu yang sensitif. Menurut laporan Pars Today yang mengutip dari harian Iran, kekhawatiran muncul bahwa penurunan kepercayaan dan persepsi positif terhadap Zionis dan Yahudi di Amerika dapat memengaruhi dukungan Gedung Putih terhadap Tel Aviv.

Namun, ada pula pihak yang menolak pandangan tersebut. Misalnya, John Mearsheimer, salah satu pakar hubungan internasional paling ternama di dunia yang juga merupakan warga negara Amerika, menyatakan tahun lalu—sebelum hasil pemilu AS diumumkan—bahwa:

“Masyarakat Amerika tidak lagi sejalan dengan kebijakan pemerintahannya terhadap Israel. Hanya para elit politik di tingkat tertinggi pemerintahan AS yang secara membabi buta mendukung Israel, seolah-olah itu adalah kewajiban mereka.”

Jajak pendapat CNN yang dipublikasikan mengajukan berbagai pertanyaan dan mengelompokkan responden berdasarkan usia serta afiliasi politik (Demokrat atau Republik). Salah satu pertanyaan paling penting dan menarik dalam survei ini adalah tentang pandangan masyarakat Amerika terhadap tindakan Israel di Gaza terhadap Hamas pasca 7 Oktober 2023.

Menurut jajak pendapat tersebut:

  • Hanya 23% yang menganggap tindakan Israel sepenuhnya dapat dibenarkan,
  • 27% menilainya sebagian dapat diterima,
  • 22% menyebutnya sama sekali tidak dapat diterima, dan
  • 28% memilih jawaban “tidak tahu.”
  • Ini sangat berbeda dengan jajak pendapat pertama pasca 7 Oktober, di mana:
  • 50% menyatakan tindakan Israel sepenuhnya dapat diterima, dan
  • Hanya 8% menganggapnya sama sekali tidak dapat diterima.

Dengan kata lain, penerimaan terhadap tindakan Israel dalam perang melawan Hamas telah menurun sebesar 27 poin persentase.

Perbedaan mencolok juga terlihat antara kelompok Demokrat dan Republik dalam menilai dapat diterimanya tindakan Zionis. Sejak 7 Oktober 2023:

Persentase Demokrat yang menganggap tindakan dan kejahatan Zionis dapat diterima turun drastis dari 38% menjadi hanya 7%,

Sementara pada Republikan, penurunan hanya terjadi dari 68% menjadi 52%.

Artinya, terdapat selisih 45 poin persentase antara kedua kubu dalam hal pembenaran atas tindakan Israel dan penerimaan terhadap genosida besar abad ini.

Namun yang paling menarik adalah fakta bahwa di antara responden berusia di bawah 30 tahun, hanya satu dari sepuluh orang yang menganggap tindakan Israel di Gaza tepat atau dapat dibenarkan—selaras dengan berbagai survei lain yang menunjukkan jurang besar antara generasi tua dan muda dalam mendukung Israel.

Selain itu, survei ini juga menanyakan pandangan mengenai bantuan AS terhadap Israel dalam perang Gaza:

  • 50% menganggap bantuan tersebut berlebihan,
  • 40% menilainya sesuai, dan
  • Hanya 10% menyebutnya kurang.

Respon-respon ini, bersamaan dengan sikap terhadap tindakan Zionis dan pembantaian di Gaza, menunjukkan bahwa masyarakat Amerika tidak setuju dengan peran berlebihan yang dimainkan AS dalam mendukung Israel.

Analisis terhadap berbagai jajak pendapat dalam satu dekade terakhir—khususnya di kalangan masyarakat berusia di bawah 30 tahun—menunjukkan penurunan drastis dalam dukungan tanpa syarat terhadap Tel Aviv di dalam masyarakat Amerika. Temuan ini jelas menimbulkan kekhawatiran di kalangan lobi Zionis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *