Purna Warta – Langkah yang diambil Chelsea dengan menjual Nicolas Jackson bisa dibilang suatu blunder. Jackson, yang kini berusia 24 tahun, santer dikabarkan berada di ambang pintu keluar Stamford Bridge. Aston Villa dan Newcastle United menjadi dua klub terdepan yang siap menampung penyerang asal Senegal tersebut.
Meski performanya dinilai naik-turun selama dua musim berseragam biru, Merson justru melihat potensi besar yang tersembunyi. Ia meyakini bahwa melepas Jackson ke rival Premier League adalah sebuah perjudian berisiko tinggi bagi Chelsea.
Lantas, apa yang membuat Merson begitu yakin bahwa penjualan ini akan menjadi bumerang? Analisis mendalam sang legenda mengungkapkan beberapa alasan krusial yang mungkin terlewatkan oleh manajemen The Blues.
Chelsea secara resmi telah menempatkan Nicolas Jackson dalam daftar jual mereka musim ini. Langkah ini diambil setelah sang pemain dianggap tidak konsisten sejak didatangkan dari Villarreal.
Manajemen The Blues bahkan telah memangkas harga jual sang pemain secara signifikan. Dari awalnya 80 juta pounds, kini Jackson bisa ditebus dengan mahar senilai 65 juta pounds.
Penurunan harga tersebut langsung menyalakan alarm bagi para peminatnya. Aston Villa dan Newcastle kini bergerak aktif untuk menjajaki kemungkinan memboyongnya sebelum bursa transfer ditutup.
Manajer Enzo Maresca pun seolah memberi sinyal kuat terkait masa depan strikernya. Ia mengonfirmasi bahwa Jackson tidak akan disertakan dalam skuad untuk laga melawan West Ham.


