Purna Warta – Gaya hidup yang tidak sehat, baik orang kurus atau gemuk, maka kemungkinan terkena penyakit pasti tetap ada. Begitu pula dengan kolesterol.
Baca juga: Minum Kopi tapi Belum Sarapan ? Begini Penjelasannya
Dilansir dari National Heart, Lung and Blood Institute, Selasa (22/7/2025), kolesterol merupakan zat lemak seperti lilin yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang tepat agar tubuh sehat. Kolesterol memiliki dua jenis, yaitu kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) dan kolesterol baik atau High-Density Lipoprotein (HDL).
Dilansir dari Mitra Keluarga. Kolesterol baik (HDL) akan terserap ke organ hati lalu sisanya dibuang ke tubuh, sedangkan kolesterol jahat (LDL) akan menyumbat pembuluh darah apabila jumlahnya berlebihan.
Kadar LDL yang tinggi berkisar 130-159mg/dl sedangkan kadar HDL dikatakan tidak normal atau rendah jika berada pada angka 40mg/dl dan kadar kolesterol dikatakan tinggi jika angkanya berkisar 200-239 mg/dl. Peningkatan kolesterol ini dapat terjadi pada siapa saja baik itu orang yang kelebihan berat badan ataupun orang yang kurus.
Baca juga: Cuaca Panas yang Ekstrem Bisa Picu 3 Penyakit Ini
Dalam unggahan tiktok Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Erta P.W. SpJP, FIHA menyatakan bahwa orang yang badannya kurus bukan berarti terbebas dari risiko kolesterol karena kolesterol itu diam-diam menghanyutkan, apalagi bagi orang-orang yang menjalani pola hidup yang tidak sehat, seperti sering bergadang, jarang berolahraga dan lainnya.
“Kurus itu bukan berarti bebas risiko, kolesterol tinggi itu bukan cuma urusan perut buncit tapi juga gaya hidup dan faktor genetik yang nggak kelihatan dari luar. Kolesterol itu diam-diam menghanyutkan,” ujarnya.


