Purna Warta – Segala sesuatu jika kita menggunakan secara berlebihan dan melewati batas, akan menimbulkan efek negatif. Dilansir dari laman Kemenkes, Minggu (20/7/2025), berdasarkan data World Health Organization (WHO) sebanyak 250 juta atau 4,2% penduduk di dunia mengalami gangguan pendengaran. Indonesia sendiri jumlah yang mengalami ketulian sebanyak 4,6% dan rata-rata penderitanya berusia 7-18 tahun. Oleh karena itu, Indonesia menempati peringkat ke-empat negara ASEAN yang jumlah penderita gangguan pendengarannya cukup banyak.
Baca juga: Penyakit Muncul akibat Kemarau Basah
Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya penggunaan headset dengan volume suara yang tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama.
Hal ini terjadi karena penggunaan headset dengan volume suara yang besar dan dalam waktu lama dapat mengganggu struktur rumah siput dalam telinga yang terdiri dari sel-sel rambut yang sangat halus. Kerusakan rumah siput ini sifatnya permanen.
Dilansir dari Everyday Health. Berdasarkan standar internasional WHO batas aman bagi orang dewasa untuk mendengarkan suara menggunakan headset maksimal 80 desibel dan untuk pendengar yang lebih muda maksimal 70 desibel dengan durasi maksimal 40 jam atau kurang dari 8 jam perhari.
Jadi, ketika mendengarkan suara menggunakan headset kamu harus pastikan volume suara yang didengar rendah, batasi waktu, pantau tingkat pendengaran melalui sistem audio pribadi dan diskusikan segala masalah pendengaran dengan dokter THT serta periksa secara berkala.


