Purna Warta – Konsumsi minuman manis sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari banyak orang. Apalagi minuman dan kudapan tradisional di Indonesia juga banyak yang menggunakan gula. Mulai dari jajanan di pinggir jalan seperti es doger hingga hingga minuman kemasan, ada banyak jenis minuman manis kerap dikonsumsi untuk menyegarkan tubuh.
Baca juga: 3 Sayuran Rekomendasi yang Tinggi Kolagen yang Bikin Kamu Awet Muda
Namun, di balik rasanya yang nikmat, asupan minuman manis yang berlebihan ternyata berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Konsumsi gula berlebih dari minuman manis bisa memicu obesitas dan diabetes tipe-2. Oleh karena itu, membatasi atau bahkan berhenti konsumsi minuman manis jadi penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Yang terjadi pada tubuh saat berhenti mengkonsumsi minuman manis, Menurut dokter spesialis gizi di RS Melinda Bandung Johanes Casay Chandrawinata, tubuh akan mulai merasakan manfaat positif setelah asupan gula dari minuman manis dikurangi.
“Tubuh akan terasa lebih segar dan sehat karena asupan gula dari minuman manis ini berkurang,” ujar Johanes dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com. Pada awalnya, kamu mungkin akan mengalami rasa lemas dan kurang berenergi. Hal ini wajar terjadi, karena tubuhmu sedang menyesuaikan diri dengan penurunan asupan gula secara drastis.
Baca juga: Ideal Waktu yang Pas untuk Bermain Gadget Handphone
Gula memang sering digunakan sebagai sumber energi cepat oleh tubuh. Namun, rasa lemas ini bukan berarti gula darahmu rendah secara berbahaya.
“Bukan berarti orang tersebut kekurangan gula darah, karena tubuh yang sehat menjaga ketat kadar gula darah dalam batas normal,” ujar Johanes.


